JAILOLO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat (Halbar) akan memberikan insentif kepada tenaga dokter spesialis dan dokter umum baik yang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan dokter umum Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jailolo. Direktur RSUD Jailolo Syafrullah Rajilun mengatakan, Pemkab Halbar tetap memperhatikan tenaga dokter yang bertugas di Halbar, makanya diberikan insentif daerah sesuai dengan kemampuan Keuangan daerah. “Untuk dokter spesialis Pemkab memberikan insentif senilai Rp 30 juta plus fasilitas mobil dinas dan rumah dinas. Sementara untuk dokter umum residen diberikan insentif senilai Rp 15 juta perbulan, untuk insentif dokter umum yang PNS senilai Rp 10 juta perbulan dan untuk dokter umum PTT dihargai insentif senuilai Rp 6,7 juta perbulan,” katanya.
Menurutnya, saat ini, RSUD Jailolo telah memiliki 7 dokter spesialis dan 7 dokter umum PNS, 3 dokter umum PTT dan 1 dokter gigi PNS yang bertugas di RSUD Kabupaten Halbar. Ketujuh dokter spesialis yakni spesialis anak, spesialis bedah, spesialis kebidanan, spesialis anastesi, patalogi klinik laboratorium, rehab medik dan radiology. “Untuk tipe RSUD Jailolo sudah cukup dengan dokter spesialis yang ada, karena enam bulan terakhir ini yang kurang hanya dokter spesialis penyakit dalam,”jelas Syafrullah.
Syafrullah mengatakan, karena saat ini RSUD Jailolo tidak memiliki dokter spesialis penyakit dalam, maka sejumlah upaya dilakukan jika ada penanganan pasien yang membutuhkan tenaga dokter spesialis penyakit dalam. “Jika masih dapat ditangani dokter umum, maka dokter umum yang tangani. Namun jika penyakit pasien harus membutuhkan dokter spesialis penyakit dalam maka pasien tersebut langsung dirujuk ke Ternate. kedepan Pemkab akan tetap berupaya menghadirkan seluruh dokter spesialis ke RSUD Jailolo terutama dokter penyakit dalam,”pungkasnya.(ato/lex)