RUSAK: Ruang belajar SDN 34 Halsel yang ditinggal lama kepala sekolahnya. RUSAK: Ruang belajar SDN 34 Halsel yang ditinggal lama kepala sekolahnya.

BACAN – Proses belajar mengajar SDN 34 Halsel di Desa Sagawele Kecamatan Kayoa Selatan tidak berjalan normal. Dikabarkan sudah 7 bulan  kepala sekolahnya  Salim Abubakar  tidak berkantor. Para guru pun ikut  ‘menghilang’ dan  siswa terpaksa libur sekolah.
   Hal ini disampaikan Sekretaris Komite Sekolah  Dahlan Hamja. Dia mengatakan hingga sekarang beberapa ijazah siswa yang lulus ujian tahun ini belum bisa diambil. “Waktu anak-anak ujian kepala sekolah juga tidak ada,” katanya.
    Anehnya, selama  kepala sekolah tidak masuk kerja,  proses pencairan dana BOS maupun dana bantuan siswa lainnya lancer tapi  tidak tahu digunakan untuk apa. “Lihat  kondisi bangunan sekolah mulai rusak karena tidak terurus. Jadi mungkin kepala sekolah hanya menerima anggaran dana BOS, tetapi tidak pernah masuk untuk berdinas,” katanya.
    Dia berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  memanggil dan mengevaluasi Kepsek SD Sagawele.  “Pemkab jangan hanya memikirkan politik balas budi kepada seseorang, kemudian  menghancurkan anak-anak generasi muda di negeri ini,” ujarnya.
   Hal yang sama disampaikan  Pembina Organisasi Ikatan Pelajar Mahasiswa Sagawele (IPMAS) sekaligus sebagai pemerhati pendidikan Halmahera Selatan Gunawan Hi Abas.  Ia  menegaskan seharusnya pemerintah Desa Sagawele mengambil tindakan cepat dengan melaporkan ke dinas pendidikan.  Karena aturan seorang PNS yang meninggalkan tugas selama 7 bulan  tanpa alasan jelas  bisa dikenakan sanksi sesuai undang-undang yang berlaku.  "Saya khawatir kepala sekolah hanya sekedar memanfaatkan jabatan untuk  bisnis,” katanya.  Soal ini, Sekretaris Dikbud Halsel Iskandar Alam yang dikonfirmasi tidak mau berkomentar. (sam/kox)