DIMANA  PEMERINTAH:  Siswa SMK Negeri 6 Halteng  melantai ketika mengikuti ujian semester genap belum lama ini. DIMANA PEMERINTAH: Siswa SMK Negeri 6 Halteng melantai ketika mengikuti ujian semester genap belum lama ini.

WEDA – Perhatian Pemkab Halteng  terhadap kemajuan dunia pendidikan di Halteng dipertanyakan. Salah satu sekolah, SMK 6  Halteng siswanya tepaksa  melantai mengerjakan soal-soal semester genap karena kursi dan meja tidak ada. Hal ini mengundang keprihatinan Naimuddin Nuh, tokoh masyarakat Desa Peniti, Kecamatan Patani Timur, kemarin (5/6).
    Menurutnya dia, tidak sepantasnya sekolah negeri  siswanya harus melantai karena kursi dan meja belajar tidak ada. “Bagaimana kualitas pendidikan kita bisa maju sementara sekolahnya tidak berkualitas,” ujarnya. “Ini sangat menyedihkan,” tambahnya.  Kepala Sekolah SMK Negeri 6 Halteng Husain Hi. Sadek saat dikonfirmasi  membenarkan ada anak didiknya  melantai mengerjakan soal-soal semester genap.  Namun ia tidak bisa berbuat banyak, karena sejak masuk 1 Maret lalu ia sudah mendapatkan  warisan  itu. "Saya juga prihatin. Tapi ini bentuk tanggung jawab saya. Saya akan melakukan pembenahan secara bertahap sesuai dana BOS yang berikan oleh pemerintah,"katanya.  Ia menjelaskan meja dan kursi  yang kurang sebanyak 23 paket.  " Dan boleh jujur ini adalah kekurangan mantan Kepsek sebelumnya Faujon Halek yang tidak memperhatikan hal-hal mendasar di sekolah ini,"jelasnya. Ia mengatakan  10 persen dari dana Bos triwulan II tahun 2016  akan digunakan untuk pengadaan mobiler itu. (rid/kox)