ANTRI: Ruang antrian pembuatan e-KTP di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pemkab Halteng. Tampak sejumlah warga sedang mengantri mengurus dokumen kependudukan ANTRI: Ruang antrian pembuatan e-KTP di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pemkab Halteng. Tampak sejumlah warga sedang mengantri mengurus dokumen kependudukan

WEDA – Warga Kecamatan Patani dan Pulau Gebe mengeluhkan pelayanan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik di Pemkab Halmahera Tengah (Halteng). Pasalnya, untuk perekaman biodata saja harus ke ibukota kabupaten yang memakan waktu kurang lebih 5 sampai 6 jam dengan transportasi laut.”Ini yang memberatkan warga untuk mengurus e-KTP,”keluh Nuryadi Abu warga Desa Masure Kecamatan Patani Timur.
    Belum lagi anggaran yang dikeluarkan untuk menjangkau ibukota kabupaten. Mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Karena itu, diharapkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mendistribusikan pelayanannya hingga ke kecamatan."Pelayanannya jangan lagi terpusat di Weda. Kasihan warga di wilayah Patani dan Gebe,”ungkapnya.
    Sementara Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bahri Sudirman yang dikonfirmasi berjanji 2018 pelayanan sudah dilakukan di tiap kecamatan. Ini karena dalam APBD 2018 nanti akan diusulkan anggaran Rp 2 miliar sebagai penunjang pelayanan e-KTP. Meski demikian pelayanan tetap dilaksanakan. Pelayanan di kecamatan ini diharapkan untuk mempermudah masyarakat.”Kendala yang sering dialami adalah soal jaringan maupun pencetakan kartu,”ucapnya.(cr-03/met)