MABA – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Halmahera Timur membeberkan bocornya pendapatan asli daerah (PAD) di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Sarama Ake Wasile Selatan. Di PPI tersebut ditemukan praktek transaksi hasil tangkapan oleh salah satu pengusaha secara bebas tanpa dideteksi. Hal ini sesuai hasil monitoring DKP di lokasi tersebut, Selasa (10/1).
    Bebasnya pengambilan hasil laut ini karena lemahnya pengawasan sehingga potensi PAD yang dikelola pada sektor ini hilang.”Bayangkan saja puluhan ton ikan teri (ngafi, red) dua bulan terakhir ini diekspor keluar negeri dengan kapasitas dua kontainer atau 24 ton tanpa dideteksi,”aku Kepala DKP Asmar Hi Daud, Rabu (11/1). Dari kasus ini total kerugian yang dialami mencapai Rp 18 juta lebih. Ini utang yang akan ditagih melalui Surat Keterangan Pembelian Ikan (SKPI) yang nantinya dilayangkan ke pengusaha.
    Karena itu, untuk meminimalisir praktek tersebut DKP akan memperketat pengawasan di sejumlah kawasan penyangga yang memiliki potensi sumber daya ikan dan perikanan. Salah satunya di Bicoli Kecamatan Maba Selatan.”Kami juga akan memprioritaskan Balai Benih Ikan (BBI) pengawasan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI),"jelasnya.(cr-01/met)