Pulau Plunt Pulau Plunt

MABA – Selain pembebasan lahan, jaringan internet dan listrik menjadi kendala bagi investor untuk mengelola pulau Plunt. Hal ini dikeluhkan Erwin Sutanto yang juga pengelola Pulau Plunt. Bukan hanya itu, dirinya juga belum mendapat kepastian soal tanggungan listrik maupun jaringan telkomsel. Apakah ditanggung pemkab atau pengelola.
    Selain itu, kontrak kerja yang dibangun juga belum dipastikan. Hal ini menyangkut pembagian keuntungan hasil investasi. Karena itu, pemkab disarankan meniru model regulasi investasi di Raja Ampat dan Wakatobi. "Intinya, kita minta dipermudahlah, karena semakin lama kita menunggu, banyak waktu yang terbuang,"ungkapnya.
    Terpisah, Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata Hardi Musa yang dikonfirmasi mengaku masalah jaringan telkomsel dan listrik menjadi tanggungan pemkab."Tahun ini kita ada bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementrian Pariwisata berupa lampu tenaga surya. Makanya, akan dialihkan ke Plunt. Begitu juga dengan jaringan telkomsel,”jelasnya.(cr-01/met)