MABA – Sejumlah perusahaan tambang yang beroperasi di Halmahera Timur (Haltim) menunggak retribusi ke pemkab hingga miliaran rupiah. Masing-masing PT Aneka Tambang (Antam) Rp 6,3 miliar, PT Haltim Mining Rp 3 miliar dan PT Aditha.”Besaran retribusi pihak ketiga ini sudah diestimasi dalam bentuk pendapatan daerah. Jadi kalau tidak disetor otomatis berdampak pada defisit anggaran,”kata Ketua Komisi II DPRD Muhammad Saleh, Rabu (13/9).
    Tunggakan ini berdasarkan hasil evaluasi BPKAD beberapa waktu lalu. Makanya, komisi terkait di DPRD langsung menginisiasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan tiga perusahaan dan BPKAD di ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD, kemarin. Pertemuan ini langsung diberikan ketegasan kepada pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) agar segera melunasi kewajibannya.(ado/met)