TOBELO – Pelayanan pendidikan dan kesehatan gratis yang dicanangkan Bupati Frans Manery dan Wakil Bupati  Muchlis Tapi Tapi penerapannya di lapangan berbeda. Warga masih dimintai sejumlah bayaran alias belum gratis.

    Sseperti terlihat pada pelayanan kesehatan di Puskemas Tobelo di Gosoma. Masyarakat yang datang menjalani pemeriksaan kesehatan dengan Kartu BPJS Kesehatan digratiskan. Sedangkan yang memeliki KTP tanpa ada kartu BPJS dikenai biaya pendaftaran pasien Rp 20 ribu/pasien.

    Biaya itu masih bertambah dengan pemeriksaan dokter yang biayanya bervariasi. Mulai  dari Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Hal ini diakui beberapa warga saat mendatangi Puskemas Tobelo. ”Visi Misi Bupati dan Wabup bilang pelayanan kesehatan gratis hanya membawa KTP, tapi sekarang tong ada KTP, masih saja tong bayar di puskesmas,”kata beberapa pasien yang ditemui kemarin (25/1).

    Pungutan biaya kesehatan kepada masyarakat ini diakui langsung salah satu petugas apoteker Puskemas Tobelo Sidaputar. Dia mengaku sosialiasi pelayanan gratis dari Pemkab Halut itu baru berlaku besok karena edarannya baru diterima. ”Untuk hari ini (kemarin, red) masih dikenakan biaya kesehatan untuk masyarakat, karena edaran baru saja masuk. Maka besok (hari ini) baru diterapkan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat,”katanya singkat.

    Tak hanya pelayanan kesehatan gratis yang dikeluhkan. Beberapa orang tua siswa di SMP Negeri 1 Halut mengatakan masih melakukan pembayaran. ”Pendidikan gratis itu yang mana. Karena setiap minggu kami terus bayar uang sekolah atas permintaan sekolah,”kata Jainudin salah satu orang tua siswa yang berdomisili di Gamsungi.

       Ketua Komisi III DPRD Halut Janlis Kitong menegaskan, visi misi Bupati dan Wabup itu harus benar-benar dijalankan instansi teknis.  Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan harus cepat tanggap melakukan sosialisasi hingga ke desa. ”Saya menilai SKPD sangat lambat menjabarkan visi misi Bupati dan Wabup Halut pada pelayanan pendidikan dan kesehatan gratis,”kata politisi Partai Demokrat itu. (sam/kox)