KUNJUNGAN: Menpora Imam Nahrawi didampingi Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman bersama  anak-anak SBB di Stadion Gelora Kie  Raha, kemarin  KUNJUNGAN: Menpora Imam Nahrawi didampingi Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman bersama anak-anak SBB di Stadion Gelora Kie Raha, kemarin

TENATE–Talenta pemain sepakbola Ternate diakui secara nasional. Sayang,  fasilitas pendukung masih minim. Stadion Gelora Kie Raha (SGKR) yang menjadi kebanggaan warga  Ternate pun belum bisa disebut representative.   Sebaliknya, masih membutuh banyak perbaikan. 
    Kebutuhan renovasi SGKR itu disampaikan Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman langsung kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Menpora yang datang di Ternate dan menyaksikan  aksi-aksi  pesepakbola muda di  SGKR, Rabu (22/2), langsung “ditodong” Wali Kota. “Banyak pemain-pemain Ternate yang sudah memperkuat tim nasional (Timnas), dan mereka itu terlahir dari lapangan yang sederhana ini. Kita tentu butuh sedikitnya Rp  73 Miliar untuk bisa merenovasi stadion ini menjadi lebih representative,” ujar Wali Kota.
 Menanggapi permintaan Wali Kota,  Menpora mengakui salah satu pekerjaan rumah (PR) pemerintah dalam bidang olah raga adalah memperbaiki infrastruktur. “Persoalan infrastruktur sudah menjadi PR bagi kita bersama. Kami berharap ada kerja sama yang erat antara pemerintah kota, provinsi dan pusat untuk sama-sama memberikan konstribusi yang  signifikan, terutama terkait renovasi stadion maupun GOR yang ada di Ternate,” ujar Imam.  Imam mengatakan pemerintah di tahun ini lebih fokus pembinaan atlet muda. Meski mengakui benang merah antara pembinaan dan penyediaan infrastruktur, Menpora mengatakan keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam rangka merenovasi fasilitas olah raga.
 Dia berharap ada peningkatan anggaran program revitalisasi pada 2018. “Agar membantu renovasi stadion dan GOR yang ada di tanah air, termasuk stadion ini (Gelora Kie Raha, red),” kata Imam.
Imam menuturkan untuk menciptakan prestasi persepakbolaan maka harus dimulai dari pembinaan kelompok usia. “Dan itu semuanya ada di SSB.  Saya berharap semua Kabupeten Kota di Malut ini harus memberikan dorongan lewat APBD maupun dukungan penanganan dari swasta untuk menjadi bapak asuh SSB dan cabor lainnya,” ujarnya.
Menpora mengatakan Presiden sudah  memerintahkan Kementerian Dalam Negeri agar membuat regulasi baru terkait pendanaan untuk cabor-cabor unggulan daerah. “Sehingga cabang olah raga yang banyak digemari masyarakat harus diperhatikan secara penuh lewat APBD. Ke depan APBD bakal dialokasikan untuk mendukung sekolah sepak bola, akademi sepak bola dan klub-klub nonprofessional,” terang Imam.
(mg-02/cr-02/yun)