PROYEK: Jalan Menuju proyek Pelabuhan Jiko Malamo yang juga kawasan konflik Sulamadaha-Takome PROYEK: Jalan Menuju proyek Pelabuhan Jiko Malamo yang juga kawasan konflik Sulamadaha-Takome

TERNATE- Kisruh perebutan lahan kosong oleh warga Kelurahan Sulamadaha dan Takome, Kecamatan pulau Ternate mulai ada titik terang. Hal ini, setelah kemarin (16/9), Penjabat (PJ) Wali kota Idrus Assagaf dan rombongan yang terdiri dari pihak Pemkot maupun dari kesultanan Ternate serta para lurah, langsung mendatangi lokasi yang disengekatakan warga.
Ternyata, konflik warga tersebut baru dimulai saat pemerintah membuka akses jalan masuk menuju Pelabuhan Jiko Malamo, yang posisinya sekitar 200 meter dari TPA Buku Deru-deru. Jalan masuk  ke pelabuhan tersebut hingga kini masih dalam tahapan pengerjaan, demikian juga dengan Pelabuhan Jiko Malamo yang kini masih dalam tahap awal pembuatan jembatan. Pantauan Malut post, terlihat para pekerja tengah bekerja mempersiapkan kerangka bangunan  dengan merancang besi beton sebagai dasar pelabuhan tersebut. Namun, tidak ada informasi mengenai proyek Pemkot yang ditangani Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Ternate di teluk Jiko Malamo itu, sebab tidak ada papan informasi proyek yang terpampang di sana.

Kabarnya pelabuhan tersebut akan digunakan sebagai jalur penyeberangan ke Pulau Hiri, menggantikan pelabuhan Hiri yang kini masih digunakan warga di Kelurahan Sulamdaha. Namun, saat dikonfrirmasi Malut Post, Rabu (17/9) kemarin, Kadishubkoimnfo Imran Ali Basaleem mengaku tidak mengetahuinya. 
“Itu yang saya belum tahu, pastinya mau bikin pelabuhan apa, karena perencanaanya juga saya tidak tahu,” aku Imran, saat ditanya mengenai kabar tersebut. Dia sendiri bahkan mengaku, pelabuhan itu dibangun karena ada akses jalan.
“Karena sudah buka akses jalan, jadi kami usulkan untuk dibangun pelabuhan, terserah wali kota mau bikin pelabuhan apa,” jelasnya sembari mengarahkan Malut Post untuk menghubungi nomor kontak milik Kepala seksi Pelabuhan. Dengan nomor 08229362xxxx.  sayangnya, nomor yang dihubungi tidak pernah menjawabnya.  (udy/nty)