TAMBANG: Kawasan tambang PT Freeport Indonesia di Timika Papua. Ft ist TAMBANG: Kawasan tambang PT Freeport Indonesia di Timika Papua. Ft ist

JAKARTA - Bisnis pertambangan PT Freeport Indonesia ditaksir menerima keuntungan hingga USD 1,6 miliar atau sekitar Rp 21 triliun pada 2016. Sementara keuntungan yang diperoleh pemerintah dari kontrak karya tersebut adalah sekitar USD 719 juta atau sekira Rp 9,43 triliun.
"Dari Rencana Kerja Anggaran dan Biaya (RKAB) Freeport 2016, laba bersih yang didapat 1,6 miliar Dollar AS. Pendapatan negara sejumlah 719 juta Dollar AS," kata Anggota Direktorat Litbang KPK, Epikartika.
Epi mengatakan, untuk taksiran cadangan Sumber Daya Alam (SDA) di Bumi Papua itu masih ada sekitar 1,46 miliar ton. Rinciannya, cadangan SDA yang terdiri atas tembaga, emas, dan perak adalah 804,2 juta ton. Dimana satu persen dari jumlah itu adalah emas. "Sedangkan SDA terukur adalah seberat 472 juta ton. Dari jumlah itu, ada 0,6 gram/ton emas yang bisa diambil," jelas Epi.
Diketahui, Freeport belum lama ini kembali mendapatkan izin ekspor konsentrat dari Kementerian ESDM. Perusahaan tersebug diperbolehkan menjual hasil tambanganya ke luar negeri hingga 11 Januari 2017. (jpg/onk).