TERNATE- Untuk memaksimalkan program kerja selama tahun 2017, Dinas tenaga kerja (Disnaker) Kota Ternate melakukan kerja sama dengan kejaksaan Negeri Ternate (Kejari) dan  Kantor Imigrasi Kelas Ternate.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) berlangsung di aula Kantor Wali Kota Ternate kemarin (19/4). Menurut Kepala Dinasker Kota Ternate, Jusuf Sunya, kerja sama mereka dengan Kejari salah satu tujuannya mengoptimalkan program Disnaker, yakni penelusuran penerapan UMK. "Salah satu tujuan kerja sama ini, adalah bagaimana agar seluruh perusahaan di Ternate bisa menerapkan UMK yang sudah ditetapkan pemkot," ujarnya Jusuf menegaskan bahwa perusahaan yang tidak membayar upah karyawan sesuai  UMK, akan diberi sanksi tegas dengan cara menggiring ke ranah hukum. "Karena itu kami menggandeng Kejari Ternate,” tuturnya.
Kerja sama ini juga terkait  masalah PHK karyawan. "Tujuan kami ini agar perusahaan mensejahterakan pekerja dan menjamin hidup mereka.  Selain itu juga kerja sama ini, untuk dapat menelusuri kebijakan perusahaan yang seenaknya mem-PHK karyawan tanpa ada membayar haknya," tandas Jusuf.
Sementara dengan Kantor Imigrasi Kelas I Kota Ternate, tujuannya  untuk mengoptimalkan perpanjangan pengurusan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). "Kota Ternate menjadi pintu masuk bagi tenaga kerja asing, untuk itu dengan kerja sama ini, dapat kita sosialisasikan kepada seluruh perusahaan yang mempekerjakan TKA, agar dapat mengurus perpanjangan izin di Ternate, karena perpanjangan izin hanya bisa dilakukan di Ternate,” jelasnya. 
Dia mengaku dari ratusan tenaga kerja asing, baru 16 orang yang sudah memperpanjang izinnya.  Disatu sisi, kerja sama ini juga bisa mendorong peningkatan PAD Kota Ternate. “Target PAD Disnaker tahun ini Rp 100 juta, mudah-mudahan bisa terlampaui,” harapnya. (tr-05/onk).