PALA: Biji pala di Toko Harapan Karya Ternate yang akan di-packing. Ft suryani PALA: Biji pala di Toko Harapan Karya Ternate yang akan di-packing. Ft suryani

TERNATE - Harga hasil bumi khususnya pala, fuli dan cengkih di Kota Ternate belum berubah sejak Agustus.
Kepada Malut Post, pemilik Toko Harapan Karya, Roni, harga cengkih saat ini Rp 105 ribu per kilogram, pala Rp 60 ribu per kilogram, fuli harganya berfluktuasi antara Rp 120 ribu - Rp 125 ribu per kilogram. “Harganya seperti ini sejak dua bulan lalu. Sebelumnya harga cengkih Rp 117 ribu, pala Rp 65 ribu, ” aku Roni. 
Khusus pada sebetulnya ada tiga kategori berdasarkan kualitasnya. Kualitas yang paling bagus adalah pala ABCD atau botak harganya Rp 60 ribu per kilogram, pala kategori kedua atau yang sudah keriput dihargai Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu, dan kualitas ke tiga BWP atau berlubang, hancur, retak harganya Rp 20 ribu sampai Rp 23 ribu per kilogram. “Harga pala juga disesuaikan dengan kualitasnya. Pala belum terlalu kering dan berlubang harganya rendah,” jelas Roni.  Dia menambahkan saat ini India sudah membudidayakan pala dan cengkih, sehingga menjadi pesaing Indonesia. Ini menyebabkan harga kedua komoditas ini turun.
Hal yang sama dituturkan Aba, pemilik salah satu toko hasil bumi di samping Pasar Rakyat Kie Raha.   Dia menuturkan harga pala sejak dua bulan lalu tak berubah. Baik Roni dan Aba mengaku saat ini penjualan hasil bumi masih sunyi karena belum musim cengkih dan pala. Belum ada petani yang menjual dalam jumlah banyak. Pantauan Malut Post di tiga toko hasil bumi lainnya, harga hasil bumi tak berubah. (mg-02/onk).

Harga hasil bumi di Kota Ternate

Cengkih     : Rp 150 000/kg
Pala         : Rp 60.000/kg
Fuli         : Rp 120.000-Rp 125.000/kg