REDUP: Pendapatan tukang jahit di Kota Ternate tak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Ft suryani REDUP: Pendapatan tukang jahit di Kota Ternate tak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Ft suryani

TERNATE - Masa jaya tukang jahit di Kota Ternate mulai meredup. Orderan mereka dari tahun ke tahun terus turun.
Menurut Ismail, tukang jahit Palopo Ekspres, jika tahun-tahun sebelumnya orderan mereka bisa mencapai 1000 lebih pakaian, tahun ini turun hingga 50 persen. “Dulu dalam satu tahun kita mendapat order menjahit hingga 1000 pakaian, tahun ini kalau 500 sudah lumayan,” kata Ismail. Penyebabnya selain karena banyak saingan, masyarakat juga lebih memilih membeli pakaian jadi. “Persaingan ketat, ada penjahit yang menawar harga murah. Karena itu kita harus meningkatkan pelayanan dengan meningkatkan kualitas jahitan, tepati janji,” tuturnya.
Ongkos jahit tergantung tingkat kesulitan dan jenis kain. Untuk kemeja Rp 150 ribu, gamis Rp 250 ribu, kebaya satu pasang Rp 300 ribu, kameja satu pasang dengan celana Rp 300 ribu, jas laki dan perempuan Rp 1 juta. “Orang bilang ongkos jahit mahal. Harganya mahal karena kami juga membayar pajak, dan selain itu kualitas jahitan kami bagus,” tutur Ismail.
Hal yang sama juga diakui ketua Perkumpulan Tukang Jahit dan Dagang Pasar Gamalama, Abdurahman Kadir. Oktober ini dia hanya menjahit 16 pakaian, sebelumnya bisa mencapai 30 pakaian per bulan. “Sejak Agustus orderan sepi, banyak instansi menjahit pakaian mereka di luar Malut,” ujarnya.
Dia juga mengaku dalam sebulan membayar pajak hingga Rp 672 ribu. pria yang sehari-hari beraktivitas di Toko Jahit Fogogoru, menambahkan dua rekannya gulung tikar karena order yang sepi dan harus membayar pajak tinggi, sehingga mereka tak mampu menutupi ongkos produksi. “Saya juga membayar Pajak Bumi dan Bangunan sebesar Rp 48 ribu,” jelasnya. 
Dia berharap pemerintah lebih memperhatikan pelaku usaha kecil seperti mereka, jangan hanya mengejar target pajak tanpa memperhatikan kondisi perekonomian yang melemah. “Saya juga berharap instansi pemerintah jika ada order jangan dipesan di luar, cukup dijahit ke kami biar pengusaha lokal bisa berkembang,” harapnya. (mg-02/onk).