PEMUTUSAN: Petugas PLN Maba Halmahera Timur memutuskan sambungan listrik di rumah pelanggan yang menunggak pembayaran. Ft dok/mp PEMUTUSAN: Petugas PLN Maba Halmahera Timur memutuskan sambungan listrik di rumah pelanggan yang menunggak pembayaran. Ft dok/mp

TERNATE - Ini kabar gembira bagi pelanggan PLN. Sebab pemerintah belum berencana menaikan tarif dasar listrik (TDL) tahun 2018.
“Tidak akan naik TDL-nya, justru saya berharap akan turun,” kata Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Andy Noorsaman Sommeng . Penurunan TDL bisa saja terjadi jika pemerintah mengatur harga bahan bakar primer yang digunakan untuk pembangkit listrik. Sehingga, TDL bisa tetap stabil. "Kan yang menyebabkan listrik naik kan bahan-bahan primer kaya minyak. Kalau itu kita atur kan bisa dong untuk kebutuhan listrik. Batu bara diatur, artinya semakin hari semakin efisien tau mana yang diatur mana enggak," ujar Andy, dikutip dari detikfinance.
Ia menambahkan, pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW) saat ini juga tengah dikebut. Sehingga diharapkan permintaan (demand) bisa tercukupi dengan ketersediaan (supply) listrik yang ada. "Karena listrik itu kaya ada dan tiada bisa dirasa dan tidak dirasa. Makanya kita kembangkan biar ada perubahan jadi menciptakan demand. Kalau demand cukup baik maka harga turun," tuturnya. Andy mengatakan, konsumsi listrik di Indonesia per kapita per tahunnya sekitar 930 kilowatt. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan Singapura yang mencapai 8.000 kilowatt per kapita per tahun. "Singapura 8 kali lho dari pada konsumsi kita. Malaysia aja 4 kali," pungkasnya. (dtc/onk).