MAHAL: Harga kebutuhan pokok di Kota Ternate lebih mahal dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia. Ini menyebabkan biaya hidup lebih tinggi. Ft dok/mp MAHAL: Harga kebutuhan pokok di Kota Ternate lebih mahal dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia. Ini menyebabkan biaya hidup lebih tinggi. Ft dok/mp

TERNATE - Biaya hidup di Kota Ternate sesuai hasil survey Badan Pusat Statistik (BPS) menempati urutan ketiga di Indonesia. Ternate hanya kalah dengan Kota Jakarta dan Jayapura.
Menurut Rizki Mahrivandi, staf Seksi Harga Konsumen dan Harga Pedagang Besar BPS Malut, data itu merupakan hasil survey tahun 2012 dan dipublikasi BPS tahun 2014.  Dia menuturkan survey ini dilakukan di daerah perkotaan dengan 136.080 sampel rumah tangga, yang dilakukan setiap triwulan pada  88 kota di 33 provinsi. “66 kota merupakan kota Indeks Harga Konsumen lama, dan 16 lainnya merupakan kota baru,” katanya. Kota yang baru disurvey adalah Meulaboh, Bukittinggi, Tembilahan, Bungo, Lubuk Linggau, Metro, Tanjung Pandan, Cilacap, Kudus, Banyuwangi, Singaraja, Tanjung, Bulukumba, Bau Bau, Tual, dan Merauke. “Selain data biaya hidup (pengeluaran konsumsi), pengeluaran nonkonsumsi juga menjadi cakupan materi yang tersaji dalam data Survey Biaya Hidup (SBH) 2012,” jelasnya.
Pengeluaran nonkonsumsi adalah pengeluaran barang modal usaha seperti pembelian ternak, bibit tanaman dan kendaraan untuk usaha, pendapatan rumah tangga, keterangan sosial demografi, antara lain jenis kelamin, umur, pendidikan, kegiatan ekonomi dan status pekerjaan. Kemudian  keterangan tentang kondisi bangunan dan fasilitas  tempat tinggal yang dikaitkan dengan pengeluaran rumah tangga untuk keperluan perumahan atau tempat tinggal. “Kita survei selama satu tahun. Kita mendatanya secara harian dan bulanan. Kita datangi langsung ke responden dan meminta mereka mencatat pengeluaran setiap hari yang kemudian dijumlah dan digabungkan makanan dan nonmakanan. Metodelogi kita ada pencatatan harian,”  jelas Rizki.
Hasil SBH  menempatkan Kota Jakarta di urutan pertama dengan biaya hidup Rp 7.500.726 per bulan dengan jumlah anggota rumah tangga 4,1. Jayapura Rp 6.939.057 anggota rumah tangga 4,5 menempati urutan ke dua, dan Ternate menempati urutan ke tiga dengan biaya hidup Rp 6.427.357 dengan anggota rumah tangga 4,8.
Untung menurunkan tingkat biaya hidup, maka sebaiknya jalur distribusi barang ke Ternate tidak bergantung hanya di satu kota. “Biasanya barang  kita ambil hanya dari Manado , sehingga jika stok kosong di Manado maka harga di Ternate lebih mahal. Karena itu distribusi barang ke Ternate harus dari kota lain juga, dan kita harus memanfaatkan sumberdaya yang ada di Maluku Utara,” tutur dia.
Tambahnya, SBH dilakukan setiap lima tahun, dan survey berikutnya dilakukan tahun 2018. “Tahun depan dilakukan SBH,” pungkasnya. (mg-02/onk).