Gagas Studio Rumahan untuk Kurangi Aktivitas Liar Anak Muda

  • Tuesday, Jul 11 2017
TERUS BERKARYA: Suharju (kaos hitam) bersama M Iksan dalam salah satu perekaman di studio rumahan mereka, Audio Engineering (AE) IKRAM SALIM/MALUT POST TERUS BERKARYA: Suharju (kaos hitam) bersama M Iksan dalam salah satu perekaman di studio rumahan mereka, Audio Engineering (AE) IKRAM SALIM/MALUT POST

Dekat dengan Suharju Alwi Bayau, Musisi Muda yang Bercita-cita Besar

Industri musik tanah air berkembang pesat. Di Ternate, justru sebaliknya. Banyak musisi muda terpaksa banting setir dari dunia itu. Tak sedikit pula penyanyi bersuara emas yang hilang kabar. Suharju Alwi Bayau ingin mengubah itu. Ia lantas mendirikan studio rumahan untuk memberikan kesempatan musisi muda berkarya.

IKRAM SALIM, Ternate

Suara musik terdengar dari salah satu rumah di Kelurahan Tafure, Ternate Utara. Siang malam, dentuman musik tak pernah bisu dari lokasi itu. Tak heran, rumah yang terletak di RT/RW 02/01 itu memang memiliki studio mini didalamnya.
Studio rumahan itu sedianya adalah kamar tidur yang disulap Suharju Alwi Bayau menjadi dapur rekaman. Saat disambangi wartawan koran ini, pria 29 tahun tersebut tengah sibuk membuat rekaman single salah satu temannya. ”Mari. Silakan masuk,” undangnya sembari merapikan gelas di lantai ruangan tersebut.
Rupanya, memiliki studio musik sudah ada di benak putra sulung mendiang Alwi Bayau dan mendiang Puasa H Samsudin itu sejak masih duduk di bangku SMA. Saat itu, Suharju ikut audisi Bintang Radio 2007 yang digagas RRI. Meski hanya menyabet Harapan I, semangatnya berkarya di dunia musik tak pernah pudar.
Aju, sapaannya, terus mengasah kemampuan vokalnya secara otodidak. Hasilnya memuaskan. Di ajang yang sama setahun kemudian, kelahiran 29 Januari 1988 ini berhasil meraih juara I. ”Padahal kalau dari orang tua tidak ada yang memiliki gen musisi,” tuturnya.
Beberapa bulan setelah menjadi jawara Bintang Radio, Aju dinobatkan sebagai best vocal dalam sebuah ajang festival band. Ia kemudian dikirim ke Bogor bersama Indrisuati Kamarullah untuk mengikuti Bintang Radio tingkat nasional pada 2009. Lomba itu berlanjut di Makassar dimana ia hanya mampu menyabet Harapan II dari 50 lebih peserta. ”Sekembali dari situ saya banyak cipta lagu. Tapi cari player untuk rekaman susah, makanya saya coba belajar sendiri dan meminta masukan dari teman,” kisahnya.
Rekaman awal Aju hanya menggunakan notebook dan headphone. Hasilnya pun pas-pasan. Ia kemudian menggunakan laptop dengan aplikasi khusus rekaman. ”Tapi hasilnya tetap juga belum maksimal. Tapi kita tetap paksa karena punya kemauan,” ujarnya. Upayanya itu mendapat dukungan dari sahabat kecilnya M Iksan Amiruddin yang juga seorang drummer.
Baru pada 2015, mereka nekat memetak kamar untuk ruangan yang digunakan merekam. Studio rumahan itu diberi nama Audio Engineering (AE). Alat rekaman dibeli dengan menabung sedikit demi sedikit. ”Sudah banyak yang mau rekaman,” katanya.
Untuk mencari orderan project berupa single, album, minus one, jingle dan mars, Aju dan Iksan hanya mengandalkan medsos untuk promosi. Tak disangka, banyak sekali orderan yang masuk, terutama dari kalangan remaja yang saat ini menggemari aliran musik hip hop. Tidak hanya sebagai produser studio, Aju juga sesekali memberikan inspirasi bagi anak muda dan mengasah bakat mereka. ”Sehingga banyak anak muda yang lebih sibuk berkarya daripada melakukan kegiatan yang negatif di luar. Meskipun suara mereka ada yang pas-pasan, tapi kita perbaiki kemudian kita berikan arahan lagunya,” paparnya.
Beberapa grup band  yang pernah rekaman di AE adalah Seventh-L, Ata Fals dan Kofia, Gamalama Hiphop Drugs, soundtrack film Soerat, juga beberapa band indie lainnya. Bahkan beberapa pekan lalu ada salah satu dai dari Thailand yang melakukan rekaman di studionya tersebut. ”Bagi saya musisi seperti Thae Umar telah menjadi inspirasi saya dalam berkarya,” ujarnya sembari menambahkan banyak talenta muda di Ternate yang belum diwadahi secara baik oleh pemerintah.
Aju sendiri telah membuat satu album yang terdiri atas 9 lagu. Beberapa cover lagu juga telah di-upload di Youtube. ”Sekarang ada mau luncurkan single baru yaitu Tak Sempurna dengan genre alternatif rock. Ini project bersama Iksan,” sambungnya.
Tak hanya itu, Aju dan Iksan juga tengah sibuk membuat lagu pop daerah. Project ini telah mendapat respon dari Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman. ”Kita telah komunikasi dengan Pak Wali dan Pak Wali juga memberikan respon positif,” tuturnya.
Respon itu bagi Aju menjadi batu loncatan bagi musisi muda Ternate untuk mengasah kemampuan mereka. Ia berharap ke depan makin banyak wadah yang merangkul musisi untuk berkarya.”Kami juga ingin terus merangkul anak muda dengan kegiatan positif,” tandasnya.(cr-02/kai)