KERJA SAMA ERAT: Suryo Purnomo Gani (kiri) dan partner bisnisnya, Aldo Adela, menunjukkan aplikasi KlikMarket. (Brianika Irawati/Jawa Pos) KERJA SAMA ERAT: Suryo Purnomo Gani (kiri) dan partner bisnisnya, Aldo Adela, menunjukkan aplikasi KlikMarket. (Brianika Irawati/Jawa Pos)

Suryo Purnomo, Sosok di Balik Aplikasi KlikMarket

Produk lokal tak kalah menarik dengan barang impor. Sayang, masih banyak penjual yang belum mengetahui cara memasarkan produk dengan baik. Suryo Purnomo Gani punya ide. Dia bikin aplikasi KlikMarket.

BRIANIKA IRAWATI, Surabaya

’’BISA lebih praktis dalam belanja. Nggak perlu ribet lagi,” tulis Ester Pratiwi dalam komentar aplikasi KlikMarket pada Selasa (25/7). Ada pula komentar positif lainnya.

”Awass barangnya murah-murah!!! Free ongkir, same day delivery, duh senengnya!!,” ungkap Lisa Charisa pada Selasa (1/8).

Yang masuk bukan cuma pujian. Ada juga kritik. ”Mau belanja aja susah. Nggak bisa daftar,” tulis Deby Christin dalam kolom komentar Senin (31/7). Semua komentar itu dijawab satu per satu oleh Suryo Purnomo Gani.

Tanggapan positif membuat Suryo senang. Garis senyumnya terangkat. Artinya, usaha membuat aplikasi KlikMarket sedikit berhasil. Tapi, dia juga mengaku tertantang saat mendapat komentar buruk. Baginya, semua komentar dari pengguna aplikasinya merupakan sebuah motivasi.

Dari komentar itu pula, dia dapat mengetahui kekurangan aplikasinya. ’’Bisa saya perbaiki agar lebih baik lagi. Malah senang saya,” ungkap Suryo saat ditemui Jawa Pos di kantornya Selasa (1/8).

Suryo baru merilis aplikasi KlikMarket tahun lalu. Namun, jumlah penjual yang tergabung sudah mencapai 500 orang. Jumlah pembelinya lebih banyak lagi. ’’Ribuan pembeli. Tidak terhitung lagi,” ungkap pria 30 tahun itu. Hingga saat ini, aplikasi KlikMarket sudah menawarkan 1.200 jenis produk.

Ide pembuatan KlikMarket berawal dari pengalaman pribadi Suryo. Dia pernah membeli produk secara online. Tiba di rumah, barangnya rusak. Suryo kecewa betul saat itu. Selain pengalaman pribadi, dia merasa iba dengan kondisi penjual usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Mereka memiliki produk menarik. Tapi, mereka tidak tahu cara memasarkan karena gaptek alias gagap teknologi. ”Kan sayang banget ya,” tambah Suryo.

Dia tidak langsung membuat aplikasi. Dia melakukan riset selama beberapa pekan, setahun sebelum aplikasi itu benar-benar jadi. Suryo menyurvei pedagang UMKM di Surabaya. Hasilnya, banyak penjual yang terkendala pemasaran produk. Ada juga pedagang yang tidak peduli pada produknya. Asal jual saja. Tanpa peduli kualitas produk.

Kendala-kendala para pedagang itu dirangkum Suryo dalam KlikMarket. Pembuatan aplikasi tersebut dikonsultasikannya dengan ahli bisnis.

Saat aplikasi KlikMarket rampung, Suryo kembali jemput bola. Dia mendatangi pedagang-pedagang kecil di Surabaya. Kepada setiap pedagang itu, dia memperkenalkan aplikasinya sekaligus mengajak bergabung.

Itu tidak mudah. Banyak penolakan yang diterima Suryo pada awalnya. Para pedagang tidak percaya pada Suryo. Ada juga yang acuh tak acuh saat Suryo memperkenalkan aplikasinya. Dibentak pedagang pun pernah.

Meski begitu, semangat Suryo tidak luntur. Dia berusaha terus meyakinkan para pedagang. Alhasil, usaha Suryo sedikit demi sedikit mendapatkan umpan balik positif. Jumlah pedagang yang tergabung dalam aplikasi KlikMarket kian bertambah hingga saat ini.

Menurut Suryo, semua orang bisa mengunduh aplikasi tersebut lewat Play Store maupun App Store. Gratis. Kemudian, para pedagang dapat bergabung dalam aplikasi dengan cara mendaftar terlebih dahulu. Itu juga gratis.

Setelah itu, Suryo memverifikasi kelayakan produk mereka. Dia ingin membantu para pedagang yang benar-benar serius berjualan. ’’Tidak mau kalau produknya asal-asalan. Rusak semua,” tegasnya.

Sistemnya, para pedagang mengirimkan produknya ke gudang milik Suryo. Saat itulah, produk dicek satu per satu. Jenis produk yang diterima KlikMarket berupa barang fashion (baju perempuan dan laki-laki serta aksesorinya), kerajinan tangan, dan kebutuhan pokok (beras, gula, minyak goreng, dan lainnya). ’’Bukan elektronik atau benda-benda berbahan logam,” kata pria kelahiran Surabaya, 17 Januari 1987, itu.

Kalau oke, produk berarti dikatakan layak jual. Pedagang dapat mulai menjual produknya lewat aplikasi KlikMarket. Mereka dapat mengirim produk 5–10 unit terlebih dahulu. Kalau laris, stok barang dapat diperbanyak selanjutnya.

Suryo juga membantu proses pengiriman barang. Saat ada barang yang terjual, kurir Suryo akan mengantarkan ke alamat pembeli. Bebas biaya pengiriman untuk wilayah dalam Surabaya. Syaratnya mudah. Pembeli hanya perlu membeli produk minimal Rp 25 ribu untuk mendapatkan free ongkir.

Kalau sudah begitu, penjual hanya perlu menyetok produk ke gudang Suryo. Mereka lantas duduk saja di rumah sambil memantau lewat aplikasi.

Seluruh pemasaran produk ditangani Suryo. Mulai menyimpan, memotret produk, hingga mengunggah ke aplikasinya. ”Saya nggak mau asal-asalan. Ada fotografer kami yang siap membantu,” jelasnya.
Tampilan produk memang dianggap penting. Apalagi, sistem yang digunakan adalah daring (online). Tidak ada tatap muka antara penjual dan pembeli. Kepercayaan transaksi ya melalui wajah produk dalam aplikasi. ”Kalau jelek, mana ada pembeli yang minat,” ujar pria yang mengenyam pendidikan hanya sampai bangku SMA itu.

Keuntungan seluruhnya milik penjual. Sebab, pembeli langsung mentransfer pembayaran ke rekening penjual. Suryo sama sekali tidak mengambil untung. Dia hanya ingin membantu para pedagang kecil. ”Apa ya untungnya. Malah defisit saya,” katanya, lantas tertawa. Tapi, menurut Suryo, keuntungan bakal diperolehnya dalam jangka panjang. Baginya, aplikasi KlikMarket adalah sebuah modal investasi.

Untuk mendapatkan target itu, Suryo tidak mau bermalas-malasan. Aplikasi terus diperbarui. Semakin banyak fasilitas yang ditawarkan untuk memudahkan transaksi penjual dan pembeli dalam aplikasi KlikMarket.

Salah satunya, Suryo menambahkan fasilitas same day delivery. Kinerja kurir dipercepat. Pembeli mendapatkan produknya dalam kurun waktu 24 jam setelah transaksi. Saat ini, Suryo memiliki enam kurir yang siap mengantarkan produk dari gudang ke alamat pembeli.

Selain itu, pembeli bisa mendapatkan untung lebih. Tidak sekadar kecepatan mendapatkan barang, kini Suryo menerapkan sistem poin. Pembeli bakal menerima banyak diskon dan keuntungan lain apabila jumlah poin semakin banyak. Untuk mengumpulkan poin tersebut, pembeli dapat mengajak temannya agar mendaftar di aplikasi KlikMarket. ”Ini namanya super smart selling (belanja superpintar, Red),” papar Suryo.

Dia tahu betul aplikasinya itu masih jauh dari kesempurnaan. Dia ingin terus mengembangkan KlikMarket. Terutama terkait jangkauan transaksi. Kalau di Surabaya dapat dikatakan sukses, Suryo ingin melebarkan sayap ke luar kota. Sistemnya sama. Suryo akan menggandeng pedagang lokal di masing-masing daerah. ”Ini sedang proses. Semoga segera terwujud ya,” harapnya.(jpg/kai)