BANGGA: Salsabila Az-Zahra menunjukkan piagam penghargaannya atas juara 1 lomba hafalan Alquran se-Indonesia Timur yang ia menangkan bulan ini, Minggu (10/9). ABD YAHYA ABDULLAH/MALUT POST BANGGA: Salsabila Az-Zahra menunjukkan piagam penghargaannya atas juara 1 lomba hafalan Alquran se-Indonesia Timur yang ia menangkan bulan ini, Minggu (10/9). ABD YAHYA ABDULLAH/MALUT POST

DEKAT dengan Salsabila Az-Zahra, Siswi SMP Penghafal 30 Juz Alquran

Demi keinginannya menjadi hafidzah atau penghafal Alquran, Salsabila Az-Zahra rela pindah sekolah. Di sekolah barunya, ia memang benar-benar digodok menjadi seorang hafidzah. Cita-cita siswi kelas IX itu akhirnya tercapai. Mulianya, niat menjadi penghafal Alquran hanya agar kedua orangtuanya bisa masuk surga.

ABD YAHYA ABDULLAH, Ternate

Lantunan ayat suci Alquran terdengar merdu dari salah satu sudut Pesantren Tahfidzul Quran Putri Hidayatullah. Di pesantren putri itu, suara kajian memang lumrah terdengar setiap hari. Salah satu pelantun ayat-ayat suci tersebut adalah Salsabila Az-Zahra, 14.
Saat ditemui di pesantren yang terletak di Kelurahan Kalumata, Ternate Selatan, kemarin (10/9), Salsabila mengenakan hijab berwarna biru navy, lengkap dengan cadarnya. Sudah dua tahun belakangan, gadis yang akrab disapa Caca ini memutuskan mengenakan cadar.
Caca merupakan salah satu hafidzah andalan Pesantren Tahfidzul Quran. Di pesantren tersebut, baru sekitar 10 siswi yang sudah tuntas hafalan Quran-nya. Menurut Caca, ia sudah ingin menjadi penghafal Alquran sejak masih duduk di bangku SD. ”Waktu nonton TV, saya melihat ada banyak anak-anak yang masih kecil sudah bisa menghafal Alquran,” tutur kelahiran 6 Oktober 2003 tersebut.
Demi memuluskan niatnya menghafal kitab suci umat Islam itu, Caca rela pindah sekolah dari SD Albina Ternate ke sebuah pesantren di Pulau Jawa bernama Darul Quran. ”Saat itu saya masih duduk di bangku kelas III SD. Karena keinginan saya untuk bisa menghafal Alquran, orang tua memindahkan ke pesantren di Jawa,” kisahnya.
Terpisah dari orang tua sejak usia yang terbilang dini membuat Caca tumbuh menjadi anak yang mandiri. Di kelas IV SD, ia mulai istiqamah menghafal. ”Awalnya memang sangat sulit, sebab menghafal ini butuh konsentrasi dan ketekunan yang tinggi,” aku putri pasangan Bustam Amin dan Nurkumala Rahman itu.
Meski mengaku kesulitan, Caca tak menyerah begitu saja. Perlahan-lahan, hafalannya makin lancar. Setiap hari, ia harus menghafal satu hingga dua lembar Alquran. Kadang lebih. ”Sampai naik kelas VI saya sudah bisa tuntaskan 13 juz,” ungkapnya.
Caca yang kini duduk di bangku kelas IX mengaku menghafal Alquran tak semudah menghafal pelajaran lainnya. Selain butuh ketekunan dan konsentrasi tinggi, seorang hafidzah mesti memiliki teknik tersendiri agar bisa mudah melakukan hafalan. "Kalau saya, dengan membaca terjemahannya dan membaca secara berulang-ulang hingga akhirnya menguasai isi dan maknanya. Dan yang paling mudah saya membaca dari juz 30 kemudian ke juz yang lebih bawah," jelasnya.
Selain sulit berkonsentrasi, kendala lain yang kerap dihadapi Caca dalam upayanya menjadi hafidzah adalah rasa jenuh dan malas. Namun hal itu cepat-cepat diatasi sulung dari tiga bersaudara ini. "Ketika rasa malas ini datang, saya mencari tempat-tempat sepi dan nyaman untuk menenangkan pikiran sambil kembali melakukan hafalan,'' jelasnya.
Lingkungan yang tenang dan sepi menjadi salah satu penolong Caca dalam menghafal. Dengan begitu, pikiran hanya tertuju pada Alquran yang dibaca. Tak heran, ia kerap memanfaatkan usai tahajud hingga tibanya Subuh untuk membaca firman-firman Allah tersebut. "Sering mengaji setelah salat Tahajud atau sebelum Subuh datang, karena waktu itu pikiran masih dalam keadaan kosong dan sepi,” ucapnya.
Pendidikannya di pesantren juga dirasa amat membantunya menghafal Alquran. Terutama bimbingan para guru yang konsisten mendampingi mereka. "Namun kita harus ada cara lain agar bisa mempercepat atau menuntaskan juz-juz yang belum kita lewati. Salah satu cara cepat menghafal adalah adanya ketentuan di pesantren ini, jika lulus SMP harus menghafal hingga 30 juz. Dengan “tekanan” itu, motivasi kami untuk menghafal Alquran jadi lebih giat,” terang Caca.
Caca sendiri punya alasan mulia di balik cita-citanya menjadi hafidzah. Yakni agar hafalan ayat-ayat tersebut menjadi hadiah bagi kedua orang tua yang amat mendukungnya menghafal Alquran. "Niat saya hanya satu, menghafal Alquran untuk memberikan orang tua mahkota. Mahkota itu adalah agar orang tua kelak bisa masuk surga," ucapnya.
Belajar membaca Alquran juga membuat Caca bisa menjadi guru mengaji untuk kedua orangtuanya. ”Orang tua saya memang tahu baca Alquran, namun membaca Alquran bacaannya harus jelas, kalau tidak arti dan maknanya pun akan beda. Jadi setiap pulang ke rumah, saya selalu mengajarkan ibu dan ayah saya. Mereka yang mengaji, saya yang koreksi bacaannya. Sampai-sampai nenek yang dengar pun ikut menangis, karena saya membenahi bacaan orang tua saya,” kisahnya.
Caca berharap, dengan hafalannya, ia bisa membuat generasi muda makin cinta dengan Alquran. Pasalnya, ia melihat sekarang ini banyak anak-anak seumurannya yang kurang berteman dengan Alquran. ”Saya berharap, ke depan ketika keluar dari pesantren bisa bermanfaat ilmu saya ini untuk ditularkan ke masyarakat,” harapnya.
Saat ini, meski telah hafal 30 juz Alquran, bukan berarti Caca sudah boleh berleha-leha. Ia masih terus berlatih setiap hari, untuk memperkuat hafalannya. ”Supaya hafalan yang sudah saya hafal dapat terus diingat," katanya.
Caca sendiri dapat menebak suatu ayat dari potongan ayat yang diperdengarkan kepadanya. Sekaligus mengetahui juz berapa dan surat apa ayat tersebut berasal. ”Sebab di pesantren ini, selain menghafal, kita juga diharapkan mengingat ayat, suratnya, dan juz apa yang dibaca," imbuhnya.
Sebagai hafidzah, Caca sendiri sudah beberapa kali mengikuti perlombaan menghafal Alquran. Ia pernah menjuarai lomba hafalan untuk 10 juz hingga 20 juz, baik di tingkat kota maupun nasional. ”Bulan ini juara 1 lomba hafalan 10 juz tingkat pesantren se-Indonesia Timur. Sekarang sedang mempersiapkan diri ke tingkat nasional, yang nanti juaranya akan menuju Qatar,” tandas.(tr-05/kai)