Nikmatnya Kopi Dabe Dibarter Bahan Bacaan untuk Anak

  • Wednesday, Sep 13 2017
BABACA: Kegiatan //Babaca// Buku yang Digagas Rumah Baca Folila di Tidore diikuti anak-anak usia sekolah yang kini punya segudang pilihan bahan bacaan. RAMLAN HARUN/MALUT POST BABACA: Kegiatan //Babaca// Buku yang Digagas Rumah Baca Folila di Tidore diikuti anak-anak usia sekolah yang kini punya segudang pilihan bahan bacaan. RAMLAN HARUN/MALUT POST

Melirik Kegiatan Babaca Buku di Rumah Baca Folila, Tidore (1)

Mengubah kebiasaan sekelompok orang dapat dilakukan dengan cara sederhana. Seperti yang digagas Rumah Baca Fola Literasi Kalaodi (Folila) di Kota Tidore Kepulauan. Malam amal penukaran kopi rempah khas Tidore dengan buku membuat koleksi buku di tempat itu kian bertambah. Imbasnya, anak-anak Kelurahan Kalaodi yang biasanya main ke hutan sepulang sekolah kini lebih memilih belajar untuk mengisi waktu mereka.

RAMLAN HARUN, Tidore

Banyak hal pun yang mereka belajar, baik Puisi, Dongeng, Sajak-sajak hingga Dasar-dasar Bahasa Inggris.
Sabtu (9/9) siang sekitar pukul 14.00 WIT, sinar matahari seakan berlomba menaiki Kampung Ekologi Kelurahan Kalaodi, Kecamatan Tidore. Untungnya, rindang pepohonan dan teduhnya alam di situ dapat menghalau terik.
Untuk sampai ke Kalaodi, Malut Post menumpangi sebuah pick up milik warga setempat. Di gerbang masuk perkampungan itu terlihat jelas Rumah Baca Fola Literasi Kalaodi (Folila). Letaknya di seberang perbukitan, tepatnya di ujung puluhan rumah warga yang berjejeran.
Rumah Baca itu berukuran 3x3 meter, dibuat menggunakan material alami. Atap daun rumbia, dan pohon kayu anakan sebagai penahannya. Ada pagar bambu mengitarinya bangunan di atas lahan pinjaman itu.
Puluhan anak usia PAUD hingga SMP terlihat duduk rapi dan sangat serius mendengar arahan dari para fasilitator. Fasilitator sendiri berasal dari pemuda Kalaodi maupun anggota komunitas literasi milik dJaringan Mahasiswa Nuku (dJAMAN Maluku Utara) serta pengurus dJAMAN. Sesekali suara terdengar pecah dari anak-anak, saat mereka belajar untuk meneriakkan yel-yel yang diajarkan para relawan. Di sekitar anak-anak, puluhan buku dari berbagai sumber tersusun untuk kebutuhan membaca. “Kalau Kakak bilang “Baca Buku”, adik-adik bilang “Jadi Pintar”,” kata Zaitun Toduho, salah satu fasilitator, mengarahkan. Anak-anak pun ramai menyahut.
Penyambutan tamu yang datang ke Rumah Baca itu pun sangat berbeda. Setiap tamu disuguhi kopi dabe dengan cangkir yang terbuat dari potongan bambu tutul. Lelah sepanjang perjalanan hilang seketika. “Kak, silahkan duduk. Rasakan kopi dabe dulu. Dijamin enak dan beda kopinya,” kata Danil mempersilahkan.
Meneguk kopi dabe di sini tak gratis. Karena sudah menjadi syaratnya untuk ditukarkan dengan buku. Malut Post ikut menukar beberapa buku dengan kopi nikmat tersebut.
Sesekali meneguk sambil memperhatikan anak-anak, terlihat mereka sangat serius dalam mendengar arahan para fasilitator. Anak-anak tersebut pun dibagi dalam beberapa kelompok, ada yang belajar puisi, pantun, dongeng, sajak-sajak hingga Bahasa Inggris dasar. Bahkan, tak malu-malu satu per satu maju ke depan untuk memperagakan. Suara tawa pun pecah, karena ada satu-dua yang masih salah-salah dalam pengucapan. Ada juga yang memberikan semangat usai salah satu di antara mereka selesai mengucapkan yang diminta fasilitator kepadanya.(mg-04/kai/bersambung)