INDRY Anwar INDRY Anwar

SIAPA yang tidak tahu tentang Purnacaraka Muda Indonesia (PCMI) Maluku Utara. Organisasi kepemudaan ini merupakan ikatan alumni para pemuda yang telah menyelesaikan program Pertukaran Pemuda Antar Negara setiap tahunnya yang diselenggarakan atas kerjasama Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi. Sejak pertama kali terbentuk di tahun 2002 hingga sekarang, PCMI Malut telah memiliki lebih dari 20 anggota alumni yang menyelesaikan program pertukaran ke negara-negara seperti Malaysia, Korea Selatan, ASEAN-Jepang, Cina, Australia dan Kanada.
Banyak dari masyarakat Maluku Utara yang masih kurang paham mengenai tujuan program Pertukaran Pemuda Antar Negara ini, bahkan tidak sedikit yang berpikir bahwa program tersebut hanyalah sebatas program jalan-jalan semata. Nyatanya para alumni yang tergabung dalam PCMI Maluku Utara sampai hari ini masih membuktikan kemampuan mereka meraih prestasi dan menyebar inspirasi.
Prestasi mentereng itu dibuktikan salah satu alumni pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada, Indry Anwar. Wanita berusia 25 tahun ini pertama kali memulai karirnya di bidang public speaking sejak masih duduk di bangku SMP. Indry telah menjuarai belasan kategori lomba pidato dan debat berbahasa inggris hingga ia duduk di bangku SMA.
“Selama program kami hidup selama 3 bulan bersama keluarga di Kanada dan juga 3 bulan di keluarga Indonesia di sebuah desa kecil di Palangkaraya. Saya mendapatkan pengalaman yang seumur hidup mungkin tak akan pernah saya rasakan lagi,” tutur wanita yang juga merupakan Putri Pariwisata Maluku Utara 2014 ini.
Baginya, program pertukaran ini telah membawa banyak perubahan sikap dan pola pikir dalam dirinya untuk menjadi pribadi yang mandiri, fleksibel, berpikiran terbuka dan menghargai perbedaan. Ia lalu terpilih menjadi Duta Bahasa tahun 2013 mewakili Maluku Utara ke ajang nasional. Di tahun yang sama Indry Anwar juga terpilih menjadi satu dari enam perwakilan Indonesia untuk menjadi pembicara dalam ASEAN-Japan Youth Leaders Forum yang dilaksanakan di Kamboja.
“Sungguh luar biasa tidak terbayang saya bisa menyampaikan pidato dan menjadi moderator di hadapan petinggi-petinggi ASEAN dan delegasi dari negara-negara ASEAN, saya gemetar sekaligus bangga”, ujarnya.
Tak berhenti hingga disitu saja, di tahun 2014 ia berhasil menjadi Putri Pariwisata Inteligensia dalam ajang Putri Pariwisata tingkat Nasional di Jakarta. Sejak saat itu dua tahun berturut-turut ia ditawarkan untuk mengikuti ajang Putri Indonesia namun selalu ditolaknya karena alasan ingin melanjutkan pendidikan. Kerja kerasnya mengejar beasiswa pun terwujud dengan diberikannya kesempatan untuk menempuh pendidikan magister di University of Queensland di Australia melalui beasiswa LPDP RI oleh pemerintah Indonesia. Indry sekarang tengah mengerjakan penelitiannya untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan di University of Queensland Australia. (*)
Pengirim: Vidson Toory, Pengurus PCMI Maluku Utara