TERNATE – Pihak PT Sarana Samudera, salah satu perusahaan swasta dari Kalimantan Tengah (Kalteng) merasa tidak puas dengan pelayanan di Polres Halmahera Selatan (Halsel). Pasalnya, dua laporan mereka yakni pada 8 Mei dan 28 Mei 2016 tidak diproses.
Laporan perusahaan ini terkait dengan dugaan pidana yang dilakukan PT Lara Hati, salah satu perusahaan Malut. “Saya jadi pikir, apakah PT Lara Hati ini kebal hukum sehingga tidak bisa diproses,”keluh Kepala Operasional PT Sarana Samudera, Agustinus H, saat bertandang ke redaksi Malut Post, kemarin (15/7).
Menurut Agustinus, awalnya ceritanya bermula saat PT Lara Hati membawa pasir 5.000 MT dari Banjarmasin (Kalteng) ke Kawasi Pulau Obi (Halsel) dengan kapal Tongkang. Setelah pasir yang dibawa tiba di Kawasi, PT Lara bukannya membayar biaya operasional sebesar Rp 1 miliar, justru melakukan sabotase terhadap kapal Tongkang yang mengangkut pasir tersebut dan membongkar muatannya. “Yang lebih tidak beretika, kapal yang disabotase tersebut tidak pernah dikembalikan ke tempatnya, ini kan tindak pidana,”sesal Agustinus.
Dia menambahkan, sejak membuat laporan bulan Mei kemarin, sampai saat ini tidak ada perkembangannya, padahal dirinya sudah melaporkan hal tersebut sebanyak dua kali di Polres Halsel dan sekali di Polda Malut. karena itu, dirinya mengancam akan melaporkan hal ini ke Bareskrim Mabes Polri. “Kalau kayak begitu, saya akan bawa masalah ini ke Bareskrim Mabes Polri,”tegas Agustinus.(tr-02/lex)