TERNATE – Sebanyak 11 pelaku dalam bentrok pemuda Kelurahan Kalumata dan Kayu Merah pada Selasa (10/1) yang diamankan polisi. Daro 10 pelaku itu, 7 pelaku pemuda Kayu Merah diamankan personel Polres Ternate dan 4 pelaku dari Kelurahan Kalumata diamankan personel Polsek Ternate Selatan. Rata-rata dari 11 pelaku itu adalah siswa SMA di Kota Ternate. Setidaknya, keterlibatan remaja yang masih duduk di bangku SMA itu patut menjadi perhatian setiap orangtua dan Pemerintah Kota Ternate. Orangtua harus lebih ekstra memberikan penyadaran pada anaknya masing-masing bahwa yang ia lakukan justru mendapat tanggapan buruk masyarakat. Pemerintah melalui Dinas Pendidikan untuk mengintervensi setiap sekolah untuk memberikan pendidikan khusus pada setiap siswa agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. “11 pelaku yang sudah diamankan itu hanya diberi pembinaan oleh pihak kepolisian, selanjutkan akan dikembalikan ke orangtua mereka masing-masing. Bentrok ini tidak ada korbannya, jadi para pelaku hanya dibina saja,”jelas Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Moch Arinta Fauzi pada Malut Post, Rabu (11/1).
Pengamanan bentrok di dua kelurahan itu dibagi-bagi. Polres mengatasi Kelurahan Kayu Merah, sedangkan Polsek Ternate Selatan menangani Kelurahan Kalumata. “Yang kami amankan sebanyak tujuh orang,”kata Kasat Reskrim.
Sedangkan yang diamankan personel Polsek sebanyak empat orang. “Mereka yang sudah kami amankan ini masih diperika secara marathon, sekaligus diberi pembinaan,”tambah Kapolsek Ternate Selatan, AKP Naim Ishak.
Sekadar diketahui, bentrok besar yang melibatkan pemuda Kalumata dan Kayu Merah itu bermotif balas dendam, karena sebelumnya sempat terjadi bentrok. Bentrok terjadi karena masing-masing kelompok telah dipengaruhi minuman keras.(mg-03/lex)