DUGAAN SUAP: Rusmini Sadar Alam (jilbab) bersama Fadli Tuanane (depan) dan Ace Kurnia (belakang) saat bertandang ke Markas Reskrimum Polda, pekan lalu. DUGAAN SUAP: Rusmini Sadar Alam (jilbab) bersama Fadli Tuanane (depan) dan Ace Kurnia (belakang) saat bertandang ke Markas Reskrimum Polda, pekan lalu.

TERNATE – Dugaan suap penyidik Polda Malut yang dilakukan Ketua DPRD Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Rusmini Sadar Alam melalui Penasehat Hukumnya (PH) Fadli Tuanane, membuat Kapolda Brigjen (Pol) Tugas Dwi Apriyanto angkat bicara. Jenderal bintang satu itu menegaskan, Polda akan mengusut tuntas dugaan suap terhadap penyidiknya itu.
Menurut Kapolda, penyidik sudah memeriksa beberapa saksi yang tak lain adalah penyidik Reskrimum Polda. Selanjutnya, Rusmini Sadar Alam dan PH-nya Fadli Tuanane akan diperiksa.
Terkait Fadli Tuanane yang sudah melarikan diri ke Jakarta, Kapolda menegaskan, ke luar negeri sekalipun, Fadli tetap ditangkap, jika tidak menggubris panggilan penyidik untuk diperiksa. “Ke mana saja kalian pergi, kami akan cari sampai ketemu, meski sampai ke luar negeri,”tegas Kapolda, Kamis (2/2). 
Sekadar diketahui, dugaan suap itu terjadi pada Jumat (27/1) sekira pukul 15.00 di Markas Reskrimum Polda. Ketika itu Fadli bertandang ke Mapolda tanda Rusmini Sadar Alam dan reakn pengacaranya Ace Kurnia. Ia menyerahkan dua amplop pada penyidik bernama AKBP Hengky Setiawan. Amplop putih berisi surat permohonan agar kliennya tidak ditahan dan amplop cokelat tidak ia beritahukan apa isinya. Di luar amplop cokelat tertulis, kepada yang terhormat Kapolda, Cq Dir Reskrimum, Cq penyidik. Dua amplop itu kemudian diserahkan AKBP Hengky ke Dir Reskrimum Polda Kombes (Pol) Dian Hariyanto. Setelah dibuka baru diketahui kalau amplop cokelat berisi uang Rp 10 juta. Uang sebanyak itu dijadikan sebagai barang bukti. “Saya sudah tanya ke Fadli apa isi amplop cokelat, tapi dia hanya senyum dan langsung keluar dari ruangan. Saya kemudian serahkan dua amplop itu ke Dir Reskrimum.
Upaya suap ini terjadi setelah Rusmini Sadar Alam ditetapkan tersangka kasus pengurusakan fasilitas PT Fajar Bakti Lingkar Nusantara (FBLN) di Gebe, Halteng. Rusmini disebut sebagai aktor di balik terjadi pengrusakan tersebut.(tr-04/lex)