TERNATE – Masih ingat kasus pemerkosaan yang dilakukan RY (25) warga kelurahan Akehuda Ternate Utara terhadap gadis berusia 14 tahun pada Sabtu (13/5) lalu. Keluarga korban ngotot agar masalah itu diproses hukum.
Ibu korban, Erna Hadi mengatakan, dirinya belum pernah ditemui ataupun bertemu dengan pihak keluarga pelaku untuk mengatur kesepakatan damai sebagaimana dalam pemberitaan sebelumnya. Untuk itu, ia menegaskan akan tetap memproses masalah yang menimpa anaknya itu sesuai dengan hukum yang berlaku. ”Apapun yang terjadi saya tetap proses dan tidak akan mencabut laporan itu, saya juga tidak bertemu dengan keluarga pelaku untuk membicarakan biaya pengganti itu,”tutur Erna dengan nada sedih.
Menurut Erna, soal kesepakatan untuk damai itu dirinya tidak tahu dan tidak pernah ada kesepakatan apalagi membicarakan biaya pengganti dan sebagainya. ” Saya tegaskan sekali lagi saya tetap proses,”tegas Erna sembari mengatakan sang anak memang tinggal bersama ibu tirinya karena sudah terbiasa dengan mereka sejak lama, sementara dirinya tinggal di Sofifi. Kejadian tersebut terjadi di rumah ibu angkatnya karena saat itu korban menginap di rumah tersebut.
Sekadar diketahui, pelaku bejat ini tega merenggut kesucian korban saat korban tertidur pulas. Diketahui, pelaku sudah dua kali melampiaskan birahinya ke korban. Aksi pelaku diketahui setelah korban digagahi kedua kalinya pada Sabtu (13/5) malam. Korban yang sudah tidak kuat menahan kesedihan, akhirnya menceritakan ke keluarganya dan dilaporkan ke Polsek Ternate Utara. Personel Polsek kemudian menjemput pelaku untuk diproses hukum. Pelaku kemudian dijebloskan ke sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.(mg-03/lex)