6 Personel Brimob Diduga Aniaya Seorang Anggota TNI AL

  • Monday, Jun 19 2017

TERNATE – Pengeroyokan hebat terjadi di Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, tepatnya di gerbang terminal, Jumat (16/6) malam sekira pukul 23.50. insiden ini bukan melibatkan warga sipil. Yang terlibat pengeroyokan adalah aparat. Diketahui, enam personel Brimob Polda Malut mengeroyok seorang anggota TNI Angkatan Laut (AL). insiden ini dibenarkan Pasi Intel Lanal Ternate, Mayor Laut (P) Harwoko Aji. Dansat Brimob Polda Kombes (Pol) Anang Supena juga mengaku sudah mendapat informasi tersebut. Hanya saja, ia belum menindaklanjutinya karena masih berada di luar daerah.  
Informasi yang dihimpun Malut Post menyebutkan, peristiwa itu bermula ketika korban sedang bersama kekasihnya menikmati kopi di Tecko depan Hypermart. Beberapa menit berada di warung kopi itu, korban harus balik ke rumah untuk mengganti pakaiannya karena basah. Saat balik, korban melintas melalui jalan tapak, tepat di gerbang Pasar Terminal. Di lokasi itu, terdapat enam personel Brimob. Enam pelaku ini kemudian menghadang korban karena melihat korban memakai celana loreng TNI. Tak banyak tanya, enam oknum Brimob itu langsung mengeroyok korban. Kalah jumlah, korban melarikan diri dan menyebur ke laut. Motor milik korban juga langsung dicebur ke laut.
Menurut Pasi Intel Lanal, sebelum oknum TNI AL itu menjadi korban pengeroyokan oleh enam oknum Brimob, ada masalah yang terjadi sebelumnya, di mana dalam masalah itu disebutkan salah satu oknum Brimob menjadi korban pemukulan. “Sementara korban ini izin cuti lebaran. korban dan lima orang temannya landing dari Surabaya pada Jumat kemarin, rencananya Sabtu baru menuju Morotai, jadi mereka bermalam, nah korban malam itu sedang janjian ketemu sama pacarnya. Pas sebelum malam kejadian itu ada peristiwa juga bahwa oknum Brimob itu dikeroyok oleh OTK, tapi katanya dia melihat TNI AD. Pas korban ini menuju kafe Tekho pakai  celana loreng jadi langsung ditahan dan dikeroyok, sepertinya ada unsur balas dendam tapi gak tau sasarannya siapa,”tuturnya.
Pasi Intel Lanal Ternate itu menambahkan, informasi serta kronologis yang telah dibuat di Denpoma Lanal akan diserahkan ke Propam Polda Malut untuk ditindaklanjuti serta menindak tegas oknum pelaku tersebut sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku.
“Kasus ini akan kami kawal sampai P21 bahkan sampai tuntas. Kalau dipandang dari segi hukum tidak transparan maka kami akan angkat bicara karena kami merasa dirugikan,”tegasnya.
Pasukan Kopaska itu menyatakan, proses kasus tersebut jangan sampai terjadi tebang pilih. Bila oknum anggota Brimob tersebut tidak ditindak secara tegas, pihaknya menuntut.
“Karena kami juga punya aturan bahwa apabila ada prajurit yang seperti itu jelas akan diproses hukum secara transparan dan tidak ada ditutu-tutupi,” paparnya.
Sementara, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Malut, Kombes (Pol) Anang Sumpena menyatakan, dirinya belum mengetahui peristiwa tersebut secara jelas karena masih berada di Jakarta. “Saya belum tahu pasti, dan belum baca BAP-nya, hanya sebatas dengar katanya saja, karena saya masih di Jakarta. Jadi lebih jelasnya coba dikonfirmasi ke Wadansat Brimob,”katanya. Sementara, Wadansat Brimob Polda Malut, AKBP Jafar Sadik yang dikonfirmasi mengaku tidak terjadi peristiwa apapun. “Tidak ada peristiwa,” singkatnya.(tr-04/lex)