TERNATE – Isu tidak sedap menerpa Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes) Ternate. Diduga kuat ada praktik tidak terpuji jelang persiapan wisuda Kamis (3/8) lalu. Informasinya, ada oknum yang mengaku orang dekat sejumlah dosen di Poltekkes yang “merangkap profesi” sebagai calo. Oknum itu berinisial EH. Tak tanggung-tanggung, EH ini menipu tiga mahasiswa semester akhir Poltekkes.
Kepada tiga mahasiswa itu, EH mengaku mengurus nilai hingga administrasi lainnya agar ketiganya bisa ikut wisuda pekan lalu. Tapi dengan syarat, yakni tiga korban itu harus memberikan sejumlah uang kepada pelaku. Pertama, EH menerima uang dari korban sebesar Rp 6 juta. Uang itu, kata EH, akan ia berikan kepada dosen pembimbing tiga mahasiswa jurusan gizi tersebut. Hanya berselang beberapa jam, EH kembali meminta uang Rp 7,5 juta kepada tiga korban dengan modus untuk dibayar biaya wisuda. 
Tiga hari kemudian EH masih juga meminta uang. Kali ini senilai Rp 9 juta. Kata EH, uang itu akan diberikan lagi kepada dosen pembimbing. Terakhir, EH meminta lagi uang Rp 4,5 juta. Semua permintaan EH dituruti tiga korban tersebut.
Tapi, alhasil, ternyata EH adalah seorang penipu. Lihat saja, meski tiga korban itu sudah keluarkan banyak duit, tetap saja tidak bisa ikut wisuda. Orangtua dari tiga korban tersebut marah besar setelah tahu nama anak mereka tidak tercatat dalam daftar peserta wisuda. Tak terima, mereka melaporkan EH di Polsek Ternate Utara, Kamis (10/8).
Kapolsek Ternate Utara, AKP Creato S Gulo mengakui adanya laporan korban calo tersebut. Menurutnya, penyidik akan memanggil semua pihak terkait untuk diperiksa. “Kami akan lebih dulu periksa korban dan saksi-saksi, barulah kami periksa pelaku,”jelas Kapolsek.(mg-03/lex)