TERNATE – Fakta lain dalam kasus dugaan korupsi anggaran proyek bibit Udang Vaname di Desa Belang Belang, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mulai terkuak. Informasinya, proyek yang melekat di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Malut itu sudah sekali panen. Tapi, ironisnya, hasil panen justru tidak disetor ke kas daerah.
Informasi yang didapat Malut Post menyebutkan, hasil panen pertama berkisar ratusan juta malah masuk ke rekening pengelola Denfram, Farid Yahya. Ia juga diketahui sebagai pengawas proyek pembibitan udang yang dianggarkan sebesar Rp 7,4 miliar selama tahun 2015-2016 itu.
Dugaan tersebut sementara ini ditelusuri penyidik Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda. Hanya saja, Dir Reskrimsus Polda Kombes (Pol) Masrur belum mau banyak bicara terkait kasus ini, dengan alasan masih dalam tahap penyelidikan.
Dosen Fakultas Hukum Unkhair, Abduk Kadir Bubu mengatakan, penyidik meski cepat menuntaskan kasus tersebut. Jika tidak, kegiatan bibit Udang Vaname tidak membuah hasil untuk daerah. “Karena proyek ini malah dikuasai oleh orang dekat Kepala DKP Malut. Dan, hasil panennya tidak disetor ke Negara. Saya curiga hasil panen pertama itu hanya dinikmati orang-orang yang mengatasnamakan pengelola atau pengawas proyek tersebut,”ujarnya pada Malut Post, Jumat (11/8).
Kadir Bubu juga tidak habis pikir kenapa Buyung Rajilun mempercayakan orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk mengelola kegiatan bibit Udang Vaname. “Yang saya tahu, Farid itu menjabat Ketua Maluku Utara Lumbung Ikan Nasional, Ketua Mitra Bank dan pengelolan Denfram,”tutupnya.(lex)