Vaya Armaiyn Vaya Armaiyn

TERNATE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate tetap menetapkan Vaya Amelia Armaiyn sebagai buronan. Dan, pihak Kejari juga tetap berencan mengeksekusi terpidana kasus korupsi anggaran rancangan tata ruang wilayah (RTRW), meski hanya berdasarkan petikan putusan. Ini ditetaskan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ternate, Andi Muldani Fajrin, Jumat (11/8). 
“Seperti terpidana Aisah. Begitu kami temukan, langsung kami eksekusi. Saya tidak mau tahu, pakai petikan atau salinan putusan. Tapi bila ketemu langsung kami eksekusi,”ujarnya.
Menurut Kajari, apabila ada pihak yang tidak setuju eksekusi menggunakan petikan putusan, maka sejak tahun 1981, ketika KUHAP disahkan, sudah ada yang memprotes.
“Terpidana Aisah kemarin dieksekusi pakai petikan putusan dan saya harap itu dipraperadilankan karena ada pihak yang anggap kalau pakai petikan itu tidak sah,”kata Andi.
Orang nomor satu di Kejaksaan Negeri Ternate itu menambahkan, eksekusi menggunakan petikan putusan tersebut telah dilalukan sebanyak 1000 kali di Negara. Tapi, tidak satupun langkah eksekusi itu yang mendapat protes.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Muhammad Konoras penasehat hukum (PH) Vaya Armaiyn menyoalkan langkah Kejari yang ingin mengeksekusi putri mantan Gubernur Malut Thaib Armaiyn tersebut menggunakan petikan putusan. Menurut Konoras, berdasarkan KUHAP, eksekusi harus dilakukan setelah dikeluarkan salinan putusan, bukan petikan putusan.(tr-04/lex)