Rusmini Sadaralam Rusmini Sadaralam

TERNATE – Polda Malut sepertinya memberikan isyarat bahwa akan penetapkan Ketua DPRD Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Rusmini Sadaralam sebagai tersangka kasus dugaan suap penyidik.
Status tersangka untuk politisi PDIP ini bukan tidak mungkin akan terealisasi. Sebab, dalam kasus suap ini, Rusmini sudah dua kali diperika sebagai saksi. Kalau saja Rusmini terjerat dalam kasus ini, maka dalam waktu tidak jauh berbeda Rusmini terjerat dua kasus. Selain kasus suap penyidik ini, kasus lainnya menyerat Rusmini adalah pengrusakan dan penjarahan fasilitas PT Fajar Bakti Lintas Nusantara di Halteng. Terkait kasus pengrusakan ini, Rusmini sudah berstatus sebagai terdakwa dan menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Soasio, Kota Tidore Kepulauan (Tikep).
Kemarin (11/9), Rusmini kembali diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap penyidik. Ia diperiksa di ruangan Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda. Wakil rakyat Halteng ini diperiksa kurang lebih satu jam dan dicecar sejumlah pertanyaan. Rusmini bertandang ke Mapolda sekira pukul 13.00 dan keluar dari ruangan pemeriksaan pukul 14.17.
Dir Reskrimsus Polda, Kombes (Pol) Masrur mengatakan, pemeriksaan Rusmini yang kedua ini masih sebagai saksi. Terkait petunjuk jaksa kepada Polda agar Rusmini ditetapkan tersangka, kata Masrur, akan ditelaah dan ditindaklanjuti.  
“Kalau soal petunjuk jaksa, kami akan lihat dulu,”tambahnya.
Sekadar diketahui, dalam kasus suap penyidik ini Polda sudah menetapkan seorang tersangka, yakni Fadli Tuanane. Fadli tercatat sebagai mantan pengacara Rusmini. Beberapa bulan lalu Fadli berusaha menyogok penyidik sebesar Rp 10 juta. Uang itu ia berikan ke penyidik agar kliennya Rusmini Sadaralam tidak ditahan. Ketika itu Fadli mendampingi Rusmini ketika anggota DPRD Halteng itu ditetapkan tersangka kasus pengrusakan PT Fajar Bakti Lintas Nusantara.(mg-03/lex)