Kombes (Pol) Dian Hariyanto Kombes (Pol) Dian Hariyanto

TERNATE – Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Malut, Udin Juba dilaporkan ke Polda Malut. Ia dipolisikan bersama dua rekannya, Ramang Mailola dan Basir. Ketiganya dipidanakan dengan tuduhan penipuan dan penggelapan uang Rp 1 miliar milik Muhammad Taha.
Polisi sudah menerima laporan korban sejak Juli 2017. Dir Reskrimum Polda, Kombes (Pol) Dian Hariyanto mengakui, bahwa sementara pihaknya memproses kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp 1 miliar tersebut.
Selain itu, Kasi Penkum Kejati, Apris Risman Ligua ikut membenarkan, bahwa Kejati sudah menerima surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) dari Polda Malut sejak 20 Agustus 2017. Artinya, kasus dengan terlapor Udin Juba, Ramang Mailola dan Basir itu sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.  “Kalau SPDP sudah ada, maka statusnya sudah penyidikan, bukan penyelidikan,”jelas Apris, Senin (9/10).
Penasehat Hukum (PH) korban, Risno Nasir menjelaskan, masalah itu bermula pada awal 2017, di mana Udin Juba menyuruh dua rekannya itu untuk bertemu dengan korban Muhammad Taha. Kepada korban, dua rekan Udin Juba itu meminjam uang, tapi dijanjikan imbalan. “Klien saya berikan apa yang mereka pinjam. Uang itu katanya digunakan Udin Juba untuk penyelenggaran Sibua Lama. Pengembaliannya akan diwujudkan setelah dana hibah Sibua Lamo dicairkan,”kisah Risno.
Menurut Risno, ia bersama kliennya sudah beberapa kali bertemu dengan Udin Juba dan dua rekannya itu untuk meminta pengembalian. Tapi, pihak pemimjam tidak menggubris. Karena tidak ada niat baik untuk mengembalikan uang, pihak korban akhirnya memilih menggiring masalah itu ke ranah hukum.(cr-04/lex)