DISIDANG: Sidang kode etik oknum polisi yang terlibat narkoba di ruang TMMC Polres Ternate, Senin (9/10). Hasil sidang memutuskan tiga polisi narkoba di-PTDH. MAHFUD HUSEN/MALUT POST DISIDANG: Sidang kode etik oknum polisi yang terlibat narkoba di ruang TMMC Polres Ternate, Senin (9/10). Hasil sidang memutuskan tiga polisi narkoba di-PTDH. MAHFUD HUSEN/MALUT POST

TERNATE – Tampaknya karir kepolisian Brigpol Sasimang, Brigpol Halim La Sida, dan Bripka Djuliaman selangkah lagi berakhir. Tiga oknum polisi tersangka kasus narkoba itu kemarin (9/10) menjalani sidang kode etik di internal Polda Maluku Utara. Sidang yang berlangsung di ruang TMMC Polres Ternate ini dipimpin Kabid Propam Polda Malut.
Sidang yang dimulai pada pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore itu turut menghadirkan ketiga pelaku. Dari hasil sidang tersebut, ketiga polisi yang bertugas di Bagian Pelayanan Markas Polda Malut itu terbukti melakukan pelanggaran berat karena terlibat narkoba. Akibatnya, sidang memutuskan ketiganya dipecat tidak dengan hormat (PTDH).
Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendry Badar membenarkan ketiga polisi tersebut akan dipecat. Hanya saja, pemecatan tersebut masih harus menunggu lantaran ketiganya mengajukan banding terhadap hasil sidang. ”Hasil sidangnya merekomendasikan ketiganya untuk di-PTDH, namun hasil ini tidak diterima ketiga anggota tersebut dan ketiganya akan melakukan banding,” tuturnya.
Menurut Hendry, putusan PTDH terhadap ketiga anggota itu menjadi peringatan keras bagi anggota polisi yang lain. Diharapkan, sanksi berat membuat polisi lain akan pikir-pikir ulang sebelum mengikuti jejak buruk ketiganya. ”Ini menjadi contoh kepada anggota yang lain, bahwa siapa yang terlibat dengan narkoba maka sanksinya jelas dan tegas,” ujarnya.
Hal itu, kata Hendry, sudah ditegaskan Kapolda Brigjen (Pol) Achmat Juri. Bahwa setiap anggota yang terlibat narkoba wajib ditindak tegas. ”Ini sudah menjadi perintah Kapolda untuk menindak tegas anggota yang terlibat dengan narkoba. Untuk itu kami berharap setiap anggota menjauhi narkoba serta hal-hal yang bertentangan dengan kode etik kepolisian,” tegasnya.
Sekadar diketahui, ketiga oknum polisi tersebut ditangkap di rumah Brigpol Halim di Kelurahan Tobona, Ternate Selatan pada 25 September lalu. Pihak Ditresnarkoba yang mendapat laporan adanya aktivitas yang melibatkan obat-obatan terlarang langsung melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan ketiganya. Dari tangan ketiganya, petugas menemukan barang bukti sisa pakai sabu dan alat-alat pakai serta plastik bening dan timbangan. Setelah diinterogasi, ketiganya mengaku sudah memakai sabu sejak malam sebelumnya.(tr-03/kai)