PENGEDAR: Dua pelaku narkoba dihadirkan dalam konferensi pers yang dilakukan Polres Ternate, Sabtu (28/10) PENGEDAR: Dua pelaku narkoba dihadirkan dalam konferensi pers yang dilakukan Polres Ternate, Sabtu (28/10)

TERNATE – Peredaran narkoba yang belakangan ini muncul dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA mendapat sorotan publik. Praktisi hukum, Muhammad Konoras mengatakan, peredaran narkoba di Maluku Utara sangat sulit untuk dicegah dan diberantas. Menurutnya, secara nasional, peredaran narkoba tersebut tidak sekadar dipandang sebagai suatu yang haram dan melanggar Undang-Undang, tetapi lebih dari itu, yakni peredaran narkoba sengaja dijadikan sebagai lahan bisnis yang mendatangkan keuntungan besar baik bagi Bandar maupun oknum aparat yang nakal yang ikut bermain dalam peredaran narkoba dari kota hingga ke pelosok.
Ia mengatakan, dana untuk penegakkan hukum terkait pemberantasan narkoba harus dikurangi, karena dengan dana yang  terlalu besar membuat aparat nakal ikut bermain untuk mengedarkan narkoba.
Selain itu, penanganan narkoba harus melibatkan tokoh masyarakat baik formal ataupun informal sampai ke tingat desa.
“Kepala daerah harus fungsikan peran Ketua RT dan RW secara maksimal termasuk mendata para warga dan diberikan hak insentif yang bisa menghidupi keluarganya,” saran Konoras, Senin (30/10).
Pengacara Peradi ini mengatakan, adanya peredaran narkoba yang belakangan muncul dari dalam Lapas, menunjukan mental pejabat atau petugas yang masih tidak peduli dengan peredaran narkoba.
“Peredaran narkoba yang sering dikendalikan dari Lapas atau Rutan itu sebagai akibat dari mental para pejabat yang tidak mau tahu dan tidak peduli dengan kehancuran generasi muda,”tuturnya.
Tak hanya itu, pengendalian peredaran narkoba dari dalam Lapas tersebut juga menunjukan belum diterapkannya tindakan tegas yang dikenakan kepada oknum petugas maupun para napi.
“Selain itu, kurang ada tindakan tegas terhadap petugas yang kedapatan sengaja memberikan peluang kepada napi atau tahanan untuk keluar berinteraksi dengan masyarakat luar,”tutup Konoras.(cr-04/lex)