Kombes (Pol) Juwari Kombes (Pol) Juwari

TERNATE – Bukan Maluku Utara (Malut), kalau tidak terjadi konflik setiap pemilihan kepala daerah (Pilkada). Setidaknya hal itu menjadi evaluasi serius aparat kepolisian, sehingga Pilkada kedepan konfliknya bisa ditekan.
Polda Malut bahkan sudah mendeteksi kerawanan konflik di beberapa daerah. Daerah yang dianggap rawan konflik setiap Pilkada adalah Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) dan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).
Konflik bisa terjadi karena rata-rata pemuda berpesta minuman keras (miras) saat Pilkada. Pemuda yang sudah dipengaruhi miras, kemungkinan besar begitu gampang dikendalikan.
Pada pemilihan gubernur (Pilgub) Malut 2018 nanti, Polda Malut menaruh perhatian serius di empat kabupaten itu. Paling tidak, sistem pengamanan akan diperketat, berbeda dengan daerah lain. ”Potensi konflik saat pilkada di Malut selalu ada. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, ada beberapa daerah yang sering terjadi konflik. Untuk itu harus menjadi perhatian pengamanan,”kata Karo Ops Polda, Kombes (Pol) Juwari, Selasa (31/10).
Menurutnya, daerah-daerah yang dianggap rawan konflik itu akan menjadi fokus pengamanan sehingga personel pengamanan yang nanti diterjunkan akan lebih banyak. Tapi, jumlah personel yang nanti diterjunkan adalah sesuai dengan anggaran pengamanan yang diajukan. ”Yang menentukan itu DPT (daftar pemilih tetap). DPT menentukan jumlah TPS (tempat pemungutan suara), dan TPS menentukan jumlah personel pengamanan,”jelasnya.
Lanjutnya, selain empat daerah tersebut, setiap daerah di Malut tentu memiliki potensi kerawanan masing-masing. Atas dasar itu, sudah tentu membutuhkan jumlah personel yang banyak dan sistem pengamanan yang ketat. ”Pemicu konflik ini juga tidak terlepas dari minuman keras. Kalau masyarakatnya sadar akan miras, maka bisa mengurangi potensi terjadinya konflik,”tandasnya.(tr-03/lex)

Yang Lain di Kategori ini : « Polda Dapat Penghargaan