TERNATE – Berkas Aipda GF alias Gofur, anggota Polda Malut  dan MR alias Riski, PNS Pemprov Malut, kemarin (2/9) dikembalikan (P19) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate ke Polres Ternate.
Pasalnya, berkas dua tersangka kasus penganiayaan terhadap Bripka Said itu dianggap belum lengkap.
Kasi Pidum Kejari, Hasan M. Taher menyatakan, unsur formil dan meteril dalam berkas dua tersangka tersebut belum terpenuhi, sehingga masih butuh diperbaiki. Bahkan, dianggap tidak sesuai dengan keterangan saksi.
Kejari mengembalikan berkas sekaligus memberikan beberapa poin petunjuk, salah satunya meminta penyidik Reskrim Polres Ternate untuk menetapkan oknum perwira Brimob Polda, SD sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan tersebut. Bagi Kejari, SD harus ditetapkan tersangka karena diduga menggerakkan Gofur dan Riski melakukan penganiayaan terhadap Said. "Berdasarkan keterangan para saksi memang ada indikasi ke situ makanya kita beri petunjuk itu,"jelasnya. Sekedar diketahui, peristiwa penganiayaan itu terjadi sejak 2014 lalu.(cr-02/lex)