JAKARTA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Ketenagakerjaan akhirnya membuka peluang untuk bisa melakukan pendaftaran satu pintu. Pada tahap awal, kemudahan ini baru ditujukan bagi badan usaha baru. Pendaftaran bisa dilakukan melalui sistem yang terintegrasi dengan pelayanan publik.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengakui, selama ini banyak keluhan yang masuk pihaknya soal akses pendaftaran ini. Mereka mengeluhkan soal rumitnya proses pendafataran. Apalagi, nanti harus kembali mengalami kondisi yang sama untuk mendaftar kepesertaan BPJS Kesehatan. ”Jadi nanti, akan menggunakan satu formulir yang nantinya bisa langsung diinput sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan,” tuturnya saat ditemui usai acara penandatanganan Surat Edaran (SE) bersama tentang sinergi penyelenggaraan program jaminan sosial dalam mendukung kemudahan berusaha, di Jakarta, kemarin (16/5).
Agus menuturkan, pendaftaraan dapat dilakukan di Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) di Jakarta dan Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal (BKPPM) di Surabaya, kantor layanan pajak dan lainnya. Ke depan, layanan bisa langsung dilakukan di setiap kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. ”Sehingga bisa lebih efisien dan efektif. Tidak merepotkan masyarakat,” ungkapnya.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menambahkan, melalui layanan satu pintu ini, badan usaha baru yang mengurus permohonan perizinan dokumen surat izin usaha perdagangan (SIUP) atau tanda daftar perusahaan (TDP) secara otomatis akan terdaftar dalam program jaminan sosial. Formulir pendaftaran diberikan melalui formulir pendaftaran bersama dan aplikasi pendaftaran terpadu. ”Badan usaha baru yang dimaksut adalah badan usaha yang sedang memproses pengurusan perizinan badan usaha atau  yang memiliki perizinan namun belum terdaftar,” jelasnya.
Dia berhadap, dengan kerja sama ini maka cakupan kepesertaan kedua jaminan sosial bisa bertambah. Sehingga, target perlindungan secara menyeluruh bisa terpenuhi. ”Yang paling penting dari layanan satu pintu ini kan tenaga kerjanya. Mereka bisa mendapat kepastian perlindungan baik itu oleh BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan,” jelasnya.
Selain itu, melalui layanan satu pintu ini, BPJS Keserhatan dan BPJS ketenagakerjaan juga memberikan kemudahan untuk pembayaran iuran dan penagihan. Sehingga, kepatuhan badan usaha bisa terkontrol dengan baik.
Di sisi lain, dengan kemudahan yang ditawarkan ini bisa menarik investor masuk ke Indonesia. Targetnya, tahun depan ranking kemudahaan usaha di Indonesia mencapai urutan 40 di dunia. Saat ini sendiri, Indonesia masih berada di ranking 91. ”Sesuai dengana arahan Bapak Presiden, kita harus mendukung kemudahan berusaha. Kita 2016 sudah mulai, dengan memangkas lama pelayanan dari tujuh hari jadi tiga jam. Ini akan terus kita tingkatkan,” paparnya.(jpg/kai)