Kapolri Tito Karnavian bersama Ketua DPR Setya Novanto Kapolri Tito Karnavian bersama Ketua DPR Setya Novanto

JAKARTA — Pengejaran terhadap kapal pengirim satu ton sabu membuahkan hasil. Kemarin (16/7) Polda Metro Jaya, Polda Riau dan Polresta Depok bekerjasama menghadang kapal jenis pleasure yacht atau kapal pesiar yang berpenumpang lima orang warga Taiwan yang diduga menjadi pengirim 1 ton sabu. Kapolri Jenderal Tito Karnavian memandang perlu evaluasi melihat longgarnya perairan di Indonesia.  Penghadangan terhadap kapal pesiar itu dilakukan di Perairan Tanjung Berakit, Bintan, Kepulauan Riau. Perairan Tanjung Berakit hanya berjarak sekitar 35 km dari Tanjung Sepang, Malaysia. Artinya, kapal pesiar ini ditangkap pada detik-detik akhir akan keluar wilayah Indonesia. ”Penangkapan dilakukan sekitar pukul 15.00,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Rikwanto.

    Setelah dihadang petugas langsung melakukan penangkapan pada pengemudi dan penumpang kapal pesiar, terdapat lima orang warga Taiwan bernama Tsai Chih Hung, Sun Chih Feng, Kuo Chun Yuan, Kuo Chun Hsiung dan Juang Jin Sheng. Serta dilakukan penggeledahan di kapal pesiar bernama Wanderlust dan berbendera Republic of Sierra Leone, Afrika. ”Mereka ditetapkan menjadi tersangka,” jelasnya.  Apakah ditemukan adanya narkotika? dia menjelaskan bahwa saat penggeledahan itu sama sekali tidak ditemukan barang haram. Hanya disita dua unit rubber boat dan dua unit mesin boat. ”Masih terus dikembangkan,” jelasnya.
       Selanjutnya, kapal lalu digiring ke Pelabuhan Tanjung Uncang, Batam. Pemeriksaan dilakukan pada kelima tersangka tersebut dan diketahui bahwa masih ada satu lagi orang yang terlibat. ”Masih diperiksa apa dan bagaimana keterlibatannya,” terang jenderal berbintang satu tersebut.  Sementara Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono menuturkan, belasan personel gabungan Polda Metro Jaya, Polresta Depok, dan Polda Kepulauan Riau mendapatkan informasi nama kapal tersebut pada Jumat (14/7). Tim mendapat kabar itu dari salah seorang narasumber. Setelah mendapat kabar itu, polisi segera menghubungi Bea Cukai Batam. Argo menyebutkan, Bea Cukai yang berwenang untuk menghadang kapal itu. Polisi dan Unit Kejahatan Kekerasan Laut (Jatanrasla) Lantamal IV Tanjungpinang dengan Tim Patroli Bea Cukai Batam menguntit kapal Wanderlust. ”Penguntitan dilakukan beberapa jam,” terangnya. Argo menyebutkan, kapal tersebut memiliki dimensi panjang 27,9 meter dan lebar 6,9 meter dengan tonase sebesar 135 MT. ”Sekarang penumpang kapal masih diperiksa anggota,” tambah Argo. 
       Sementara Kapolri Jenderal Tito Karnavian menuturkan, kapal pesiar ini dari Thailand bisa berlayar menembus perairan Indonesia melalui Perairan Natuna, Kepulauan Riau . Lalu, masuk ke perariran sekitar pulau Bangka Belitung dan menuju ke Selat Sunda sehingga, bisa bersandar ke Anyer, Serang Banten. Mereka berada di Pulau Jawa. ”Kok gak terdeteksi oleh kita,” paparnya.     Dengan begitu, kejadian ini menyadarkan semuanya bahwa perairan Indonesia ini begitu longgar. Bahkan, sebuah kapal pesiar bisa masuk dengan mudah ke daerah-daerah sentral semacam itu. ”Tentunya, kondisi ini perlu evaluasi,” tegasnya ditemui di Komplek Monumen Nasional usai acara Bhayangkara Run kemarin.
    Tito menegaskan bahwa sebagai kapolri dirinya telah menginstruksikan pada jajarannya untuk tegas pada bandar. Terutama bandar dengan jaringan utama. ”Mereka ini network utama, jantungnya jaringan narkotika. ”Saya perintahkan tindak tegas,” ujarnya dengan nada tinggi.
    Apalagi, bila ada bandar asing semacam ini, warga negara Taiwan. Dia mengatakan, ini menjadi warning bagi warga asing untuk jangan bawa narkotika ke Indonesia. ”kalau masih diteruskan, jajaran harus menyelesaikannya secara adat. Ini sudah kode keras,” tegasnya.
    Tidak hanya itu, persoalan narkotika terkait supply and demand. Tidak hanya perlu penegakan hukum namun juga kerjasama semua tokoh, seperti ulama, keluarga dan sebagainya untuk memotong demand atau permintaan atas narkotika. ”Ini yang kita tangani sekarang supply atau pemasokan narkotikanya. Permintaan narkotika dari dalam negeri ini yang perlu dibenahi bersama,” ujarnya. (jpg/kox)