Ratusan Pasukan Elite TNI Bersiaga di Pulau Terluar, Ada Apa Gerangan?

  • Friday, Aug 11 2017
 Gubernur Kepri Nurdin Basirun menjemput Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di VIP Bandara Hang Nadim, Batam. Gubernur Kepri Nurdin Basirun menjemput Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di VIP Bandara Hang Nadim, Batam.

JAKARTA - Selama dua hari ini ratusan prajurit TNI dari seluruh matra bersiaga di daerah terluar Indonesia, tepatnya di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri).
    Keberadaan mereka sejak Rabu (9/8) hingga hari ini, Kamis (10/8) dalam rangka menggelar latihan penanggulangan teror (Latgultor). Latihan gabungan itu digelar di tiga tempat yang berbeda, yakni Kecamatan Palmatak, Jemaja dan Pulau Bawah. Pantauan Batam Pos (Jawa Pos Group) di lapangan pesawat Cassa TNI AU tiba di Bandara Palmatak pada Rabu (9/8), sekira pukul 11.05 WIB. Rombongan langsung disambut oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas. Gubernur Kepri Nurdin Basirun menjemput Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di VIP Bandara Hang Nadim, Batam. Gubernur Kepri Nurdin Basirun menjemput Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di VIP Bandara Hang Nadim, Batam.  “Kita sangat mendukung adanya latihan ini dan sebagai antisipasi jika terjadinya ancaman dari dalam maupun luar. Memang latihan seperti ini juga sudah pernah dilaksanakan di Bandara Palmatak beberapa waktu lalu,” ujar Gubernur Kepri Nurdin Basirun, seperti dikutip dari Batam Pos (Jawa Pos Group), Kamis (10/8).
    Sebelumnya, Kepala Pengawasan dan Pengendali Latihan Penanggulangan Teror (Latgultor) TNI, Letkol Inf Yuda Erlangga mengatakan, tujuan Latgultor untuk menjangkau pulau terluar secepat mungkin dan membangun jaringan serta komunikasi dengan komando kewilayahan, masyarakat dan Pemerintah Daerah. “Dua pulau itu memiliki potensi terisolir, berbatasan langsung dengan negara tetangga, dan dua pulau itu juga menjadi lintas laut internasional. Jadi perlu dilakukan penangkalan terorisme, dan menguji kecepatan personil saat terjadi aksi teror,” katanya.
    Yudha menambahkan, Latgultor yang dilaksanakan pada 9 Agustus hingga 10 Agustus 2017 mendatang melibatkan satuan khusus elit TNI yakni Kopassus TNI AD, Den Bravo TNI AU, Denjaka TNI AL dengan personel berkisar 150. “Latgultor juga akan melibatkan alat utama sistem pertahanan (Alutsista TNI) dua unit Pesawat CN-295 TNI AU, Heli Bell 412EP TNI AD, Heli Mi-17 TNI AD, KRI Banda Aceh, KRI Kal Baruk TNI AL, Kasa 212 TNI AL. Sementara materi latihan yakni navigasi laut dalam melaksanakan filtrasi, terjun bebas militer, pembebasan sandera di hutan, bandara dan resort pulau bawah,” katanya. Dia berharap pelatihan tersebut dapat dukungan semua pihak. Dan masyarakat jangan takut ketika pelatihan sedang berjalan, justru masyarakat diharapkan bisa membantu terlaksananya pelatihan dengan baik. Bahkan pelatihan sangat didukung oleh managemen Pulau Bawah dan mereka menyambut baik adanya latihan tersebut. “Terjun bebas dilaksanakan dari ketinggian 6.000 feed dengan pertimbangan cuaca saat ini yang angin lumayan kencang, diharapkan ada bantuan masyarakat ketika ada personil yang jatuh ke laut segera dibantu. Kami juga mengapresiasi dukungan masyarakat, Pemda, Komando Kewilayahan, Pengelola Pulau Bawah, dan Perusahaan Migas,” tegasnya. (jpc/kox)