“Manusia tak Bisa Lepas dari Hasil Pertambangan”

  • Friday, Oct 20 2017
Tino Ardhyanto Tino Ardhyanto

BALIKPAPAN- Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Tino Ardhyanto mengatakan semua pihak harus mendukung pertambangan. Dia menganalogikan, kehidupan manusia tidak lepas dari hasil pertambangan. “Coba sebutkan satu saja yang ada di sekeliling kita yang bukan hasil tambang,” katanya dengan dengan nada bertanya.
Dia mengatakan apa yang ada di sekeliling kita, tidak lepas dari hasil pertambangan. “Tidak ada yang tidak dihasilkan dengan pertambangan. Mau memasak, wadahnya harus memakai produk pertambangan. Termasuk panci tanah liat yang dulu dipakai orang tua kita. Itu adalah hasil dari tambang galian C,” ujarnya.
Namun demikian, pertambangan yang harus didukung semua stake holder, adalah tambang yang sesuai dengan regulasi yang ditetapkan pemerintah. Mulai dari perizinan hingga pasca tambangnya benar-benar sesuai dengan regulasi pemerintah. “Pada tambang ini kita berpihak,” ujarnya.
Untuk itu, Perhapi itu, kata dia, hadir dengan tujuan bagaimana menggunakan tambang ini dengan baik. “Karena itu, ahli-ahli tambang ini, hadir dalam temu tahunan Perhapi . Mereka hadir tidak membawa nama perusahaan dimana mereka bekerja. Tapi hadir sebagai profesional tambang yang punya integritas . Sebab banyak juga profesional tambang, tapi integritasnya dipertanyakan,” jelasnya.
Untuk itu, kata dia, para profesional tambang yang menjadi pemakalah adalah orang-orang pilihan. Sebab sebelum mereka tampil, makalah mereka dinilai oleh tim bentukan Perhapi. Layak atau tidak layak. “Ada 100 lebih makalah yang masuk. Dan ini diseleksi oleh tim. Termasuk tiga pemakalah dari PT NHM,” ujarnya.
Ditanya tentang sinergitas Perhapi dengan pemerintah, Tino mengatakan harus ada persamaan persepsi. Dia mengatakan bila persepsi sudah sama bahwa kita perlu tambang, maka sinergitas itu bisa jalan. “Tapi tambang yang bagaimana. Yakni tambang yang sesuai dengan regulasi. Melakukan pertambangan dengan baik,” ujarnya.
Soal Perhapi Maluku Utara, ia mengatakan tidak mengetahui perkembangannya lagi. Dia mengakui kepengurusannya ada tapi vakum. “Maluku Utara hampir tidak aktif lagi,” ujarnya. (kox)