IKER Casillas IKER Casillas

PORTO-Hanya dalam durasi delapan jam, suasana kontras dialami Iker Casillas. Dari seremoni perpisahan yang canggung dan dipaksakan oleh ke sambutan kedatangan yang sangat hangat.
Yang pertama berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada Senin siang pukul 13.00 waktu Madrid. Casillas yang sehari sebelumnya mengucapkan selamat tinggal lewat jumpa pers tanpa didampingi seorang pun petinggi atau ofisial Los Blancos "julukan Real Madrid" dipaksa tersenyum sembari berpose bersama 19 trofi yang dimenanginya. Yang kedua di Porto, kota yang menjadi basis klub barunya, FC Porto.
"Ini seremoni perpisahan yang terakhir, kan," canda Casillas saat diminta memberikan sambutan.
Seperti dilansir The Guardian, terkesan sekali seremoni itu dipaksakan oleh manajemen Real Madrid menyusul derasnya kritik kepada cara mereka memperlakukan kiper legendaris tersebut. Memang ada sekitar 2 ribu Madridista yang hadir, tapi mereka justru meneriakkan agar Florentino Perez, presiden Los Blancos, mundur.
Oleh kedua orang tua Casillas, Perez dituding sebagai otak penyingkiran Casillas. Tapi, Perez membantah.
"Iker adalah kiper terbaik dalam sejarah sepak bola Spanyol dan sosok yang luar biasa. Kami mencintai, menghormati, dan mengagumi dia," kata Perez.  
Entah siapa yang percaya kata-kata Perez itu. Yang jelas, sekitar delapan jam kemudian, Casillas mendarat di Porto dan disambut antusias oleh sekitar 200 suporter FC Porto. Meski, Casillas tak sempat menjumpai mereka karena harus segera menemui Pinto Da Costa dan Antero Henrique, presiden dan direktur umum Porto, untuk jamuan makan malam.
AS melaporkan, di Porto, Casillas yang selama di Real Madrid dan tim nasional Spanyol selalu mengenakan kostum no 1 memilih no 12 sebagai identitas barunya. Dua belas atau doce dalam bahasa Spanyol, konon, adalah nomor favoritnya. (jpnn/cr-05)