SKANDAL heboh ini dimulai pada Minggu kedua Olimpiade (14/8). Senin pagi (15/8) di athlete village Lochte membuat pernyataan ke wartawan bahwa dia menjadi korban perampokan.
Dia bercerita kejadian bermula saat sedang jalan-jalan bersama tiga rekannya yakni Jimmy Feign, Jack Conger, dan Gunnar Bentz di pusat kota Rio pada Minggu dini hari (14/8). Lochte mengaku tiba-tiba ditodong pistol.
Pelaku perampokan dia sebut seorang pria yang mengenakan seragam aparat kepolisian. Saat itu, dia dalam perjalanan pulang ke athlete village dengan menggunakan taksi. Lochte mengatakan, dia dimintai sejumlah uang jika ingin selamat.
“Pistolnya ditodongkan ke kepalaku,” ucap anggota tim AS peraih emas nomor 4x200 meter di Olimpiade Rio tersebut dilansir ESPN.
Kasus itu kontan membuat geger. Pihak keamanan Brasil berjanji mengusut tuntas. Setelah diusut, ternyata Polisi Brasil menudul balik Lochte. Mereka menyebut atlet 32 tahun itu mengarang cerita “fiksi”.
“Kecurigaan kami muncul saat melihat rekaman CCTV Lochte dan teman-temannya tiba di athelete village pagi itu,” ucap Keyla Bank, anggota kepolisian Brasil yang mengusut kasus tersebut dilansir Newyorker. “Mereka bercanda. Sama sekali tidak menunjukkan sikap seseorang yang baru menjadi korban perampokan bersenjata,” tambahnya.
Kepolisian Brasil akhirnya merilis cerita sebenarnya setelah mewawancarai beberapa saksi. Mereka menuturkan, Lochte dan tiga temannya pagi itu dalam kondisi mabuk berat. Mereka pulang dari pesta.
Dalam perjalanan menggunakan taksi, mereka berhenti di sebuah pom bensin untuk ke kamar kecil. Nah, di toilet itulah puncak perkara terjadi.
Lochte dan teman-temannya disebut membuat rusuh dengan melakukan vandalisme. Pihak keamanan yang berjaga di tempat itu akhirnya mengambil tindakan.
Namun. Lochte dkk tidak kooperatif. Mereka melawan. Kedua pihak pun bersitegang. Pihak keamanan akhirnya mengacungkan senjata untuk memaksa mereka membayar dendan USD 11 ribu (Rp 145 juta) untuk perbaikan fasilitas umum yang mereka rusak.
“Aku berlebihan tentang cerita perampokan itu. Aku menghilangkan beberapa detil yang membuat semua kekacauan ini terjadi,” ucap Lochte dalam permintaan maaf yang disiarkan televisi nasional AS NBC (22/8).
Sebelumnya, dia juga lebih dulu melakukan permintaan maaf kepada masyarakat Brasil. Pernyataan itu disiarkan langsung televisi nasional Brasil Globo.
Pemilik enam emas Olimpiade itu kini harus membayar mahal kesalahan mulut besarnya itu. Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan federasi renang AS juga tengah mengkaji hukuman yang pantas diberikan untuk Lochte. Di seluruh negeri paman Sam, Lochte kini dikenal sebagai pembual. (jpg/yun)