WUJUDKAN TARGET: selebrasi kemenangan SMP Islam usai mengalahkan SMP 1, kemarin di Stadion Gelora Kie Raha sekaligus memastikan tiket final kategori usia 14 tahun WUJUDKAN TARGET: selebrasi kemenangan SMP Islam usai mengalahkan SMP 1, kemarin di Stadion Gelora Kie Raha sekaligus memastikan tiket final kategori usia 14 tahun

TERNATE – Mimpi untuk mendapat satu tiket final akhirnya diraih SMP Islam Ternate. Jalan mulus itu diraih anak asuh Ikram Selang usai mengalahkan SMP Negeri 1 di semi final, Piala Menpora usia 14 tahun, kemarin di Stadion Gelora Kie Raha Ternate, (17/5).
Raihan tiga poin atas kemenangan 1-0 tersebut cukup menjadi langah mulus bagi SMP Islam untuk memenuhi target mereka sebelumnya. SMP Islam se dari awal sudah memasang target untuk bisa menjadi salah satu tim pesaing perebutan juara di final. Langkah SMP Islam terbing cukup mudah, bahkan setiap laga, SMP Islam belum sekali mengalami kekahalan. Skor yang diraih pun cukup menjadi alasa kuat bagi penonton untuk menjagokan SMP Islam sebagai kandidat juara di kategori usia 14 tahun itu.
Di laga perdana, SMP Islam menekuk SMP Muhammadiyah dengan skor telak 3-0. Skor telak juga diraih SMP Islam saat menantang MTs yaitu 5-2. SMP Negeri 1 termasuk pesaing terkut yang mampu merepotkan serangan Haerul Buamona dkk, kemarin. Terbukti, SMP Islam hanya bisa menciptakan satu gol kemenangan mereka melalui penetrasi striker lincah, Haerul Buamona pada menit 57.
“Alhamdulillah kita bisa lolos ke final. Memang melihat permainan tadi sangat ketat ya, anak-anak sudah tunjukkan kemampuan mereka dan hasilnya kami bisa menag. Tapi lihat sendiri, skor cukup ketat. Hanya satu gol yang tercipta. Tapi Alhamdulillah kami bisa ke final,” ucap Ikram usai laga, kemarin.
Di final, SMP Islam sudah ditunggu SMP Negeri 7. SMP 7 meraih tiket final setelah mengalahkan SMP Negeri 6 dengan skor 43. Lawan sudah menunggu SMP Islam adalah tim yang dari awal sudah digadang-gadang sebagai kandidat kuat peraih juara. Pembuktian sebagia tim kuat itu dibuktikan SMP 7 setelah tampil agresif melawan SMP 3 di babak penyisihan. SMP 7 menghujani SMP 3 dengan tiga gol tanpa balas.
Nah, pertemuan SMP Islam dan SMP 7 pada Jumat (19/5) besok menjadi final yang ideal untuk kategori usia 14 tahun. Bagi Iksel –panggilan akrab Ikram Selang, siap pun lawannya di final tetap saja ia tidak remehkan. Menurutnya, tim apapun kalau sudah lolos hingga ke final maka dia adalah tim kuat yang patut diwaspadai.
“SMP 7 adalah tim hebat. Apapun itu kita harus waspadai di final. Kalau bicara juara yang pastik kami punya target untuk meraih kemenangan, kami ingin tunjukkan yang terbaik agar bisa meraih prestasi di Piala Menpora ini,” ucapnya.
Ikram menjelaskan, meski laga final yang begitu sangat mempet. Hanya satu hari setelah main di empat besar kemarin, Jumat besok sudah unjuk gigi lagi untuk memperebutkan peringkat pertama. Namun, bagi pelatih ia tetap siap untuk memoles anak asuhnya agar tetap konsisten dengan penampulan mereka. “Kami berharap anak-anak ini bisa tampil labih baik lagi di final, agar bisa capai target,” harap Iksel.
Di kubu SMP Negeri 1, kekalahan yang dirah kemarin bukan suatu masalah bagi tim. Asisten pelatih SMP 1 Aidir Mulis merasa puas timnya sudah mencapai empat besar. Menurutnya, setiap pertandingan yang dimainkan, SMP 1 selalu konsisten menjaga mereka. Bahakn, kekahalan yang diraih kemarin pun sangat ketat. “Kami tetap optimis dengan permainan tim kami. Apa yang ditunjukkan pemain selama laga sudah sangat baik. Menang atau pun kalah sudah menjadi bagian dari pertandingan sepak bola. Kami akan mengambil pelajaran dari hasil yang kami raih ini, dan ini sudah sangat baik untuk tim kami,” terang Aidir. (yun)