PEMANTAPAN: Ketua Umum KONI Malut, Djafar Umar membuka Rapat CdM, kemarin di aula Muara Hotel, Kamis (18/5). PEMANTAPAN: Ketua Umum KONI Malut, Djafar Umar membuka Rapat CdM, kemarin di aula Muara Hotel, Kamis (18/5).

TERNATE – Persiapan menjemput pagelan multi event terakbar di Maluku Utara (Malut), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II 2017 mulai laksanakan. Itu dihalat pada Rapat CdM (Chief de Mission) Meeting yang digelar panitia Porprov kemarin di Muara Hotel, (19/5).
Pada CdM I adalah tahapan pendaftaran pertama bagi kabupaten/kota yang mengikuti Porprov II 2017. Selain itu, pada CdM I tersebut panitia dapat mengantongi kekuatan atlet dan jumlah cabor yang akan diikuti oleh kontingen dari kabupaten/kota.
“Termasuk juga untuk mensosialisasikan tahapan-tahapan pendaftaran dan hal-hal teknis lainnya, yang berkaitan dengan Porprov II 2017 ini,” kata ketua panitia Porprov, Djasman Abubakar.
Dari catatan yang diperoleh panitia melalui CdM I tersebut, sebagian besar kabupaten/kota tidak ful cabor. Hanya tuan rumah Halmahera Utara (Halut) yang memastikan mengikuti 23 cabang olahraga yang dipertandingkan di Porprov tersebut. Bahkan, Kota Ternate yang diharapkan bisa mengikutkan semua cabor tapi ternyata sesuaid data yang diperoleh di CdM I tersebut hanya berjumlah 20.
“Ini baru data sementara, kemungkinan kabupaten/kota lainnya akan menambahkan jumlah cabor yang diikuti,” tambahnya.
Djasman mengatakan, panitia akan kembali mengagendakan DRM (Delegation Registration Meeting), atau rapat untuk keabsahan delegasi yang mewakili kabupaten/kota. Di tahapan ini, menurut Djasman panitia sudah pasti meng-klirkan peserta dari masing-masing kontingen, baik keabsahan atlet, jumlah peserta maupun jumlah cabor yang akan diikutkan.
“Kita rencanakan DRM akan dilaksanakan pada Juli mendatang. Jadi kita harapkan masing-masing perwakilan kabupaten/kota untuk menyiapkan kekuatan, administrasi atlet dan semua keperluan yang dibutuhkan,” terangnya.
Terpisah ketua umum KONI Malut, Djafar Umar mengatakan Porprov II ini merupakan momen yang paling vital bagi Pengprov masing-masing cabor untuk menyeleksi atlet-atlet yang berkualitas dan berpotensi. Menurut Djafar, Malut pada tahun 2020 mendatang akan ditantang dengan misi yang sudah diusung sejak lama “Maluku Utara Bisa, Maluku Utara Emas” pada PON Papua. Karena itu, melalui Porprov semua Pengprov harus bersinergi dengan Pengkab maupun Pengkot agar lebih selektif dalam memilih atlet.
“Masing-masing atlet harus diperiksa dengan teliti, baik dari aspek kesehatan, prestasi, potensi, usia untuk direkrut. Persiapan kita ini untuk menyongsong PON 2020 di Papua. Kepentingan kita adalah untuk mengangkat martabat Maluku Utara di pentas nasional melalui prestasi cabang olahraga,” jelas Djafar dalam sambutannya, kemarin.
Ketua KONI Malut itu berkeinginan agar atlet yang akan direkrut untuk persiapan PON Papua harus benar-benar siap, baik dari segi potensi maupun prestasi. Dengan berkepentingan untuk memperbaiki prestasi di tingkat nasional, Djafar mengatakan akan berupaya agar semua cabor bisa menjalnai Training Center (TC) di luar negeri.
“Kalau untuk mengangkat prestasi Malut di mata Nasional kita harus berusaha keras, termasuk persiapannya harus menjalani TC di luar negeri agar kita tidak kalah bersaing dengan atlet di pulau Jawa,” ucapnya. (yun)