LEWIS Hamilton LEWIS Hamilton

BAKU- Melihat perjalanan awal musim Formula 1 tahun ini, mejadi tidak mudah bagi penggila balapan jet darat itu untuk memprediksi persaingan perebutan gelar juara dunia. Bahkan, untuk memprediksi siapa yang bakal menjadi juara di setiap balapan saja sulit, sebelum mengetahui hasil latihan bebas dan kualifikasi. Setelah merebut kemenangan di Kanada Mercedes berharap situasinya bisa menjadi lebih terang.
    Lewis Hamilton kehilangan poin krusial dalam usahanya merebut kembali gelar juara dunia tahun ini akibat penampilan tidak konsisten mobilnya. Dia kehilangan poin besar di GP Rusia dan Monaco. Baru kemudian bisa berangsur mengejar ketertinggalannya di GP Spanyol dan Kanada. Saat ini, posisinya tertinggal 12 poin dari Sebastian Vettel (Ferrari) di klasemen permbalap.
    Balapan berikutnya di sirkuit jalanan Baku, Azerbaijan menjadi momen krusial untuk mengonfirmasi progres sebenarnya yang sudah didapat Mercedes. Maklum, tahun lalu Hamilton tampil buruk di akhir pekan. Mengalami kecelakaan di Tikungan 15 dan mobilnya menghajar dinding sirkuit saat kualifikasi, pembalap Inggris tersebut akhirnya hanya bisa start dari posisi 10.Kemudian ketika balapan Hamilton mampu merebut enam posisi dan finis di urutan kelima.
    Hamilton mampu mengejar ketertinggalan di Baku musim lalu karena W07 tunggangannya masih mendominasi. Tahun ini, situasinya berbeda. Ferrari sudah membuktikan bisa tampil cepat di manapun. Bahkan, kemenangan 1-2 Mercedes di Kanada bisa jadi karena insiden rusaknya sayap depan mobil bintang Ferrari Sebastian Vettel di awal lomba.
    Meski begitu, Hamilton merasa telah terjadi kemajuan besar pada W08 miliknya. Karena itu dia berharap penampilan yang konsisten sudah dimulai di GP Kanada. ''Tentu kami melakoni akhir pekan yang hebat (di Kanada), tapi aku benar-benar tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi nanti. Kita akan pergi ke Baku dimana karakternya sangat smooth (cepat dan mengalir), mirip dengan Rusia (Sochi),'' terangnya khawatir, dilansir Motorsport.
    Mendapatkan setingan terbaik di akhir pekan adalah tantangan besar bagi Mercedes saat ini. Namun, dari GP Monaco dan Kanada banyak pelajaran yang bisa diambil. ''Jika kami melakukan pendekatan yang sama seperti dua pekan terakhir (Monaco dan Kanada), aku yakin kami bisa terus bertarung dan mungkin tidak naik-turun separah awal musim ini. Jadi kami berharap rollercoaster ini akan segera berakhir,'' tandasnya.  
    Hamilton mencatat titik balik dari Monaco ke Montreal, Kanada merupakan hasil kerja paling impresif yang pernah dicapai timnya sejak 2014.Dia menyamakannya dengan akhir pekan di GP Singapura 2015, dimana posisi mereka terpuruk di bawah Red Bull dan Ferrari sejak era mesin hybrid turbo V6 diperkenalkan. ''Aku rasa di Singapura saat itu kami tidak tahu apa yang terjadi. Bahkan sampai dua pekan setelahnya kami masih mencoba memahami mengapa kami berada pada posisi itu. Meski setelah itu kami bangkit,'' kenangnya.  (jpg/yun)