DJASMAN Abubakar DJASMAN Abubakar

TERNATE – Bukan hal langka lagi jika petinju Malut menjadi incaran Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina). Sebab, sejumlah prestasi sudah ditorehkan atlet-atlet adu jotos tersebut, baik di level local, nasional maupun internasionl. Tak hanya itu, dengan ambisi tinggi yang diusung pengurus Pertina Malut mambuat petinju merasa mendapat tempat yang baik untuk mengasah kemampuan sebagai petinju.
Dari segudang prestasi yang dicapai petinju Malut maka, dua petinju berhasil dibidik oleh PP Pertina untuk mengikuti kejuaran ASBC Asian Youth Boxing Championship Bangkok 2017. Dua petinju tersebut yakni, Wahyu Firmansyah dan Mohammad Reza Midun.
“Iya benar, dua petinju Malut juga ikut dipanggil untuk bergabung dengan tim Indonesia pada kejuaran ASBC di Bangkok pada awal Juli nanti,” kata Ketua Umum Pertina Malut, Djasman Abubakar, Minggu (18/6).
Terpanggilnya dua petinju itu karena sejumlah prestasi mereka yang terpantu langsung PP Pertina. Wahyu misalnya, punya banyak prestasi di dunia tinju amatir local maupun nasional. Wahyu adalah peraih medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PPLP dan Kejurnas Younior-Youth pada tahun 2015 lalu. Tak hanya itu, petinju binaan Sasana Boxing Camp Tanah Tinggi ini juga adalah peraih medali emas sekaligus dinobatkan sebagai petinju terbaik pada Kejuaraan Tinju Walikota Caup awal tahun 2017 lalu. Prestasi yang sama juga dicatat oleh Reza Midun. Reza juga pernah meraih medali emas pada Kejurnas PPLP dan Kejurnas Yunior/youth pada tahun yang sama.
“Kedua petinju ini dipantau karena punya prestasi, baik di tingkat local maupun nasional. Bahkan Wahyu sudah mengikuti event Penang Internasional Boxing Tournament di Malaysia 2016 lalu,” ujar Djasman.
Menurut Djasman, kedua petinju yang dipanggil tersebut merupakan langkah positif bagi Pertina untuk menambah jam terbang petinju. Pasalnya, kedua petinju terseut juga merupakan atlet yang diproyeksi Pertina untuk mewakili Malut pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 mendang di Papua. Djasman mengatakan, dengan adanya keterlibatan langsung dua petinju Malut pada event internasional itu maka, Pertina makin optimis bisa menatap PON 2020 dengan sangat yakin.
“Mereka berdua juga kita proyeksikan untuk masuk tim Malut pada PON 2020 nanti. Jadi ini kesempatan yang baik bagi kita untuk menambah jam terbang mereka. Apalagi, kejuaran yang diikuti ini di luar negeri, tentu itu sangat bagus sekali,” terang Djasman.
Pada kejuaraan yang akan dihelat mulai 1-7 Juli mendatang itu, total Indonesia hanya mendelegasikan 4 atlet yang hanya diwakili dua provinsi. Yakni dua petinju dari Jawa Barat dan duanya dari Maluku Utara. Sesuai surat yang diterima Pertina Malut dari PP Pertin, Wahyu akan diturunkan di kelas 49 kg, sedangkan kelas 60 kg menjadi tanggung jawab Reza Midun pada kejuaraan tersebut.
Sebelum kedua atlet diberangkatkan, Djasman mengatakan kedua petinju tersebut saat ini intens menjalani latihan conditioning (latihan ringan). Setelah itu, kedua petinj bakal bertolak ke Jakarta untuk bergabung dengan tim Indonesia usa lebaran nanti. (yun)