JESSY Rompies JESSY Rompies

JAKARTA – Tidak ada waktu istirahat bagi tim tenis Indonesia untuk meraih prestasi. Usai bermain di Hua Hin Circuit, Sabtu kemarin, saat ini mereka sudah berada di Tajikistan untuk bermain di Fed Cup 2017. Membawa sederet pemain terbaik Indonesia seperti Beatrice Gumulya, Jessy Rompies, Lavinia Tananta, dan Aldilla Sutjiadi, Merah Putih optimistis meraih target melangkah ke grup 1 zona Asia/Oceania.
    Dari susunan nama yang dibawa, nama Deria Nur Haliza urung dimasukkan ke skuad Fed Cup. Pasalnya, peraturan Fed Cup menyebutkan bahwa para peserta hanya diperbolehkan membawa empat pemain saja. Sejatinya, Deria dipersiapkan untuk turun di sektor tunggal, bersama Beatrice Gumulya sebagai pilihan utama.
    Pelatih tim putri Indonesia Sri Oetaminingsih mengatakan, dengan absennya Deria Nur Haliza, ia akan merumuskan kembali susunan petenis utama yang bakal diturunkan pada pertandingan yang dimulai Selasa (18/7) besok. Adapun, Merah Putih masih menunggu hasil drawing hari ini untuk mengetahui lawan pertama mereka.
    Melihat susunan kekuatan yang ada, besar kemungkinan posisi Deria akan digantikan oleh Aldilla Sutjiadi atau Lavinia Tananta. Pasalnya, kedua petenis itu dianggap berpotensi untuk mendulang kemenangan bagi Merah Putih.
    Di sektor ganda, besar kemungkinan nama Jessy Rompies/Beatrice Gumulya akan diturunkan pertama kali. Bukan tanpa alasan, pasangan ganda nomor satu Indonesia itu dianggap paling matang untuk bertanding di level internasional. Jessy/Beatrice juga baru saja menjuarai Hua Hin Circuit di Thailand (15/7).
    “Tapi, kami juga berhati-hati dengan kondisi fisik Jessy dan Beatrice karena mereka baru saja selesai bermain di Thailand dan langsung ke Tajikistan. Semoga saat bertanding, fisik mereka sudah pulih,” ungkap Sri kepada Jawa Pos kemarin (16/7).
    Sementara itu, legenda tenis Indonesia, Yayuk Basuki mengakui bahwa tim putri yang dipersiapkan menuju Grup 2 Fed Cup Zona Asia-Ocenia merupakan yang terbaik yang dimiliki Indonesia. Beatrice Gumulya, Jessy Rompies, Lavinia Tananta, Aldila Sutjiadi menjadi tumpuan terakhir.
    "Secara teknis saya belum melihat head-to-head lawan kita, tetapi tentu harus kerja keras untuk lolos ke grup 1 tahun depan," ujarnya kepada Jawa Pos. Menurutnya, yang menjadi kendala saat ini adalah jam terbang buat petenis Indonesia di ajang internasional.
    "Ke depan harus didorong supaya petenis tumpuan bisa tampil dalam persaingan dunia," katanya. Dengan begitu, kemampuan mereka bakal lebih terasah di pentas internasional. Tidak hanya jago kandang dalam sejumlah turnamen future di Indonesia. (jpg/yun)