ROMELU Lukaku ROMELU Lukaku

LIVERPOOL – Susah menaklukkan Anfield, markas Liverpool. Musim ini, belum satu pun klub yang mampu menjegal The Reds di kandangnya sendiri selama Premier League di musim ini. Tapi tunggu sampai saatnya Jose Mourinho bersenang-senang bersama Manchester United-nya, malam ini. (Live, RCTI/ beIN Sports 1 pukul 18.30 WIB).
    Sebab, Mourinho punya reputasi bagus sebagai pelatih yang mampu membungkam fans Liverpool di Anfield. Di antara kandang-kandang lawan yang sering dia taklukkan, Anfield-lah salah satunya. ''Di Anfield saya punya momen hebat dan jelek. Mereka (Liverpool) senang jika melawan saya, mereka sudah merasakan momen buruk melawan saya,'' ucap Mourinho, dalam wawancaranya kepada Sky Sports.
    Ya, sejak kali pertama datang ke Premier League 13 tahun silam, tactician yang berjuluk The Special One itu sudah 11 kali menyambangi Anfield di semua ajang. Premier League, Piala Liga, dan di Liga Champions. Baik itu bersama Chelsea, atau dengan United mulai musim lalu. Rekornya, dia bisa empat kali menang di sana, plus empat kali imbang.
    Dengan sama-sama tiga kali kalah, itu sama seperti jumlah kekalahannya ketika melawat  ke White Hart Lane, kandang Tottenham Hotspur sebelum pindah sementara ke Wembley sejak musim ini. Bedanya, di White Hart Lane dia mampu empat kali menang dan dua kali imbang di sembilan kali lawatan!
    Kapan kali terakhir Mourinho jadi pecundang ketika datang ke Anfield? Sudah lama. Itu terjadi ketika dia masih di The Blues, julukan Chelsea. Tepatnya pada leg kedua semifinal Liga Champions 2006-2007. Saat itu, Liverpool mempermalukan Mourinho dengan kekalahan telak 1-4.
    Dengan reputasinya itulah, Mourinho pun telah terbiasa mendapatkan boo dari Kopites – sebutan fans Liverpool – ketika di Anfield. Musim lalu saat dia cuma menahan Liverpool 1-1 di sana pun boo dia dapatkan. Apa kata Mourinho? ''Apabila mereka (fans Liverpool) menghargai saya, maka saya pun akan demikian,'' sebut pelatih yang sudah memberi dua trofi untuk United pada musim pertamanya itu.
    Walaupun dia sudah lama tidak tersentuh kekalahan di stadion berusia 133 tahun itu, dia juga sudah lama tidak mencatatkan kemenangan di sana. Rata-rata, dua kunjungan terakhirnya sejak semifinal Piala Liga 2014-2015 dia hanya membawa pulang satu angka. Sekali dia pernah melakukannya bersama Chelsea, dan sekali dengan United.
    Nah, besok malam pun bukan tidak mungkin pelatih berkebangsaan Portugal itu kembali hanya membawa pulang satu poin dari Merseyside. Hasil itu telah diprediksi salah satu pemain legendaris Liverpool, Kenny Dalglish. Dalam wawancaranya kepada Liverpool Echo, Dalglish memprediksi Mourinho kembali mengaplikasikan strategi parkir bus melawan Liverpool.
    ''Kalian selalu meyakini Liverpool vs United jadi laga yang ketat, bukan?,'' sebut mantan striker yang mencetak 118 gol dari 355 kali penampilannya bersama Liverpool itu. ''Mereka tak cuma memparkir satu bus, bahkan saya rasa dia (Mourinho) memparkir dua bus tingkat di sini,'' sindir pria yang juga pernah semusim mengarsiteki Liverpool pada musim 2011-2012 itu.
    Statistik United sebagai tim terproduktif kedua Premier League di bawah Manchester City disebutnya tidak akan berpengaruh apapun. United menciptakan 21 gol dari tujuh laga, di sisi lain City sudah menciptakan satu gol lebih banyak dari The Red Devils. ''Saya pikir mereka akan datang dengan skema bertahan,'' klaim pria 66 tahun itu.
    Kabar bagusnya, Romelu Lukaku sudah fit 100 persen. Dia juga sudah menyumbang gol untuk timnas Belgia ketika mengalahkan Siprus di Brussels, Belgia, Rabu dini hari lalu WIB (11/10). ''Bersama Marcus Rashford dan Anthony Martial, dia (Lukaku) bisa jadi alternatif di saat menekan Liverpool. Tapi, tekanannya mungkin hanya seperti itu saja,'' sindirnya.
Mikael Silvestre memprediksi pertandingan Liverpool versus Manchester United ini akan dihiasi oleh banyak gol karena kedua tim akan memperagakan permainan terbuka. Musim ini, Liverpool tetap tampil menyerang seperti musim sebelumnya. Akan tetapi langkah mereka sejauh ini masih tersendat-sendat. Sebab mereka belum bisa menemukan ritme yang tepat untuk bisa terus mencetak gol. Di sisi lain lini pertahanan mereka juga masih keropos. Alhasil tim asuhan Jurgen Klopp tersebut saat ini terdampar di posisi tujuh klasemen EPL dengan koleksi 12 poin.
Sementara itu, MU tampil beda ketimbang musim lalu. Mereka lebih solid, lebih seimbang dan lebih tajam di musim kedua Jose Mourinho di Old Trafford. Saat ini, MU sendiri ada di posisi kedua klasemen EPL dengan koleksi poin yang sama dengan Manchester City, 19.
MU sendiri banyak dikritik pada musim lalu karena kerap bermain defensif atau parkir bus. Akan tetapi, Silvestre melihat ceritanya akan berbeda pada pertandingan kali ini.
"Gol-golnya mengalir, sehingga terlihat seperti keseimbangan tim dan kepercayaan diri lebih baik dari musim lalu," ujar Silvestre pada talkSPORT.
"Kita mungkin bisa melihat sisi United yang bermain lebih terbuka dan bersedia mencetak gol di Anfield dibanding musim lalu. Jika ada persaingan dengan City berlangsung ketat, Anda tidak bisa kehilangan poin," serunya.
Di sisi lain, pria asal Prancis itu juga meyakini The Reds tak akan mengubah gaya mainnya, meski mereka sangat butuh poin untuk menjaga peluang mereka masuk empat besar. Apalagi, mereka juga bermain di hadapan fansnya sendiri di Anfield.
"Saya tidak melihat mereka (Liverpool) memarkir bus atau mencoba menghindari kekalahan di kandang sendiri bersama fans di belakang mereka," cetusnya.
"Mereka akan memainkan gaya yang sama dan berusaha meraih tiga poin, jadi saya melihat banyak gol di game ini," tegas eks bek Les Blues tersebut. (jpg/yun)