AHMAD Lodja Idrus AHMAD Lodja Idrus

TERNATE – Mendapat sentuhan motivasi usai babak pertama, pemain Persiter U-15 tampil kesetanan di babak kedua. Pemain Persiter U-15 seperti sedang mengamuk di lapangan UNJ Jogjakarta, hingga menghujani Kalteng dengan jumlah gol yang cukup fantastic. tim polesan Ahmad Lodja Idrus itu membungkam Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan skor mengejutkan 6-1 di lapangan UNJ Jogjakarta, Minggu (15/10) kemarin.
Hasil yang diperoleh kemarin merupakan jalan mulus bagi skuad Persiter U-15 untuk melenggang ke babak 16 besar Liga U-15 putaran nasional. Di grup G memang hanya dihuni tiga tim yakni, Persiter, Kalteng dan Bangka Belitung. Tiga tim menghuni satu grup dan akan meloloskan dua tim menjadi kesempatan baik bagi Persiter U-15 untuk melangkah dengan mulus. Sebab, kemenangan perdana yang diraih kemarin menjadi modal bagus untuk mengejar juara grup.
“Kalau bertemu Babel (Baka Belitung), anak-anak menang lagi maka, kita pasti jadi juara grup,” kata pelatih Persiter U-15, Ahmad Lodja Idrus, via telpon kemarin.
Sebelumnya, penampilan yang trengginas itu baru terjadi di babak kedua. Di babak pertama, pemain Persiter tampil kaku akibat factor mental. Itu terbukti dengan hanya satu gol yang berhasil dilesakan oleh M. Reza di menit ke-10. Sisahnya, kedua tim menghabiskan 45 menit dengan skor 1-0. Usai mendapat suntikan motivasi saat turun minum, pemain mulai menunjukkan ciri khas permainan Persiter. Lima gol diberondongi ke gawang Kalteng, masing-masing dicetak oleh Moh Arya dua gol (55, 75), kemudian Wahyu Arlansyah (62), Omar Albar (78) dan pesta gol ditutup oleh Rainal di menit ke-85. Sementara gol hiburan Kaltim di cetak pada awab babak kedua.
Lodja menilai permainan yang ditampilkan oleh anak asuhnya sangat baik sesuai instruksinya. Hal itu dilihat dari transisi menyerang dan bertahan cukup baik. Selain didukung dengan permain yang apik, juga berkat motivasi dan dorongan yang diberikan pelatih.
“Ini hasil kerja keras pemain di lapapangan. Anak-anak memang terlihat sedikit kaku di babak pertama, apalagi ini baru pertandingan pertama jadi mental mereka masih sedikit menurun. Tapi di babak kedua, saya paksakan mereka untuk bermain lepas dan focus pada apa yang sudah diajarkan. Alhamdullah, hasilnya cukup baik,” ujar Lodja.
Pada laga kedua nanti, pasukan Lodja bakal ditantang Bangka Belitung di partai terakhir grup G, Kamis (19/10) tengah pecan ini. Menurut Lodja, ia tidak membebani pemain untuk harus meraih juara grup atau memaksa pemain untuk mengejar juara. Lodja yang dikenal sebagai pelatih dengan spesialis usia dini ini hanya memberi motivasi kepada pemain dan membiarkan pemain bermain sesuai irama permainan yang sudah diajarkan.
Ia menilai, semua tim yang tampil di putaran nasional Liga U-15 ini adalah tim kuat yang menjadi juara di zona masing-masing provinsi. Karena itu, Babel yang bakal menjadi lawan terakhirnya di grup G ini juga tidak dipandang remeh oleh mantan gelandang Persiter ternate di era 90-an ini.
“Siapapun lawan yang kita hadapi nanti tetap tidak bisa diremehkan. Babel juga tim kuat yang sudah menjuarai zona mereka. Yang terpenting adalah, pemain diberi motivasi dan tetap solid dalam tim. Kalau soal target melawan Babel, kami tetap punya harapan agar bisa memenangkan pertandingan,” ucapnya. (yun)