Skuad Tim Persiter U-17 Skuad Tim Persiter U-17

TERNATE – Nasib buruk yang menimpa klub kebanggaan Kota Ternate, Persiter, menjadi satu pukulan telak terhadap pecinta sepak bola Maluku Utara. Tim yang digadang-gadang bakal memboyong trofi Soeratin 2017 itu akhirnya didiskualifikasi dari turnamen resmi usia dini tersebut. Ya, masalahnya Persiter diduga melakukan pemalsuan data pemain. Dengan alasan dan bukti yang cukup, maka Panita Disiplin (Pandis) penyelenggara pertandingan Piala Soeratin mendiskualifikasi tim asuhan Rahmat “Poci” Rivai.
Sebelumnya, armada Poci itu berjuang dari babak penyisihan grup hingga masuk final yang dijadwalkan akan tampil di partai puncak sore ini (28/10). Namun, dengan sanksi yang diberikan Pandis tersebut, Laskar Kie Raha –julukan Persiter, akhirnya gagal berlaga dan diganti dengan Persita Tangerang yang ditaklukkan Persiter di semifinal.
Permasalahan pemalsuan identitas pemain ini sesungguhnya merupakan ancaman bagi klub Persiter. Sebab, sesuai regulasi, Persiter akan diberi sanksi untuk tidak mengikuti pertandingan resmi selama kurang lebih 1 hingga 3 tahun. Jika itu terjadi, maka Persiter dipastikan hanya akan menjadi distributor pemain di klub-klub lain. Bahkan, satu kompetisi resmi PSSI yang akan digelar dalam waktu dekat juga terancam batal. Ya, Persiter masih menyisahan satu tim untuk tampil di Liga 3. Ajang yang menjadi jalan bagi Persiter untuk naik kasta Liga 2 hingga ke Liga 1.
Exco Asprov PSSI Malut Asghar Saleh mengatakan, dari persoalan tersebut pelajaran yang mesti dipetik adalah dalam sepakbola kategori usia dini sangat dilarang keras melakukan pencurian umur. Sebab, hal itu menyalai regulasi PSSI. Menurutnya, hal yang harus dilakukan saat ini adalah menyelamatkan klub agar tidak mendapat sanksi yang lebih berat. “Kita tidak perlu lagi menyalahkan satu sama lain. Sebab faktanya memang kita sudah salah. Yang harus kita lakukan adalah berjuang agar masalah ini tidak sampai di Komdis PSSI. Kekhawatiran saya, jangan sampai Persiter diberi sanksi yang lebih berat lagi. Maka dipastikan Liga 3 yang sementara persiapan juga akan gagal. Dan persepakbolaan Persiter dipastikan tidak bisa beraktivitas,” ujar Asghar saat dihubungi Malut Post via telepon, kemarin (27/10).
Tim Persiter U-23 saat ini tengah persiapan untuk berlaga di babak play off Liga 3. Persiapan panjang yang dilakukan ini guna tampil maksimal di kompetisi persepakbolaan tanah air kasta ketiga itu. Dengan permasalahan yang menimpa tim Soeratin tersebut diharapkan semua pihak tidak mencari siapa yang menjadi kambing hitam. Sebab dikhawatirkan akan berimbas fatal pada kerugian klub dan pemain Persiter yang masih butuh wadah untuk mengasah talenta pemain. “Asprov sejauh ini belum ada sikap. Tapi yang jelas, ketika masalah ini dilaporkan ke PSSI maka Asprov Malut akan dipanggil dan dimintai keterangan juga. Kita masih berusaha agar Persiter cukup didiskualifikasi dari Piala Soeratin saja, tidak sampai harus mendapat sanksi larangan bertanding sesuai regulasi,” harap Asgar.
Di sisi lain, pengurus Persiter juga berharap permasalahan tersebut menjadi pelajaran untuk pembinaan klub ke depan. Ada tiga hal yang disampaikan Sekretaris Umum Persiter Amin Subuh pada rapat singkat yang digelar di sekretariat Persiter kemarin. Menurut Amin, Persiter sebetulnya tidak mengetahui jelas soal pemalsuan data pemain tersebut. Kemudian, terkait permasalahan tersebut pengurus akan meminta pertanggungjawaban dari official. Hal itu terkait dengan poin-poin kesepakatan yang tertera dalam SK yang dikeluarkan pengurus Persiter. Selain itu, menurut Amin, hal tersebut menjadi pelajaran bagi Persiter untuk lebih berbenah diri. “Ke depan kita akan lebih selektif dan ketat untuk mengawal data pemain yang lolos seleksi. Masalah ini menjadi pelajaran bagi klub untuk terus berbenah, terutama pada konteks data pemain dan validitas administrasi pemain,” kata Amin.
Sebelumnya, Pandis menerima laporan dari Persita Tangerang terkait dugaan ketidakabsahan pemain Persiter Ternate. Tim yang mengalahkan Persita di semifinal 2-1 itu dituding memainkan pemain ilegal yang berbeda dengan yang didaftarkan. Direktur Kompetisi PSSI Efraim Ferdinand Bawole mengatakan dalam Piala Suratin dan kompetisi kelompok umur apapun tidak boleh ada kecurangan pencurian umur. Pihaknya juga berjanji akan mengusut kasus tersebut sampai ke akar-akarnya. “Karena ada tim yang terciderai dan akan kami usut meskipun nantinya eksesnya panjang. Apalagi tim yang masuk ke putaran nasional membawa nama daerah,” kata Efraim, dikutip dari goal.com, malam tadi.
Sementara itu Sekretaris Jendral PSSI, Ratu Tisha Destria mengatakan pihaknya mengedepankan nilai-nilai kejujuran dan sportivitas dalam penyelenggaraan Piala Soeratin 2017 ini. "Kami ingin membangun kompetisi yang mengedepankan respect, disiplin, dan fairplay. Langkah ini harus dimulai dari kompetisi yang melibatkan usia muda. Ini kesempatan untuk membangun karakter pemain," jelas Tisha.(net/yun)