VALENTINO Rossi versus Marc Marquez VALENTINO Rossi versus Marc Marquez

SEPANG- Menarik untuk tahu pendapat para pembalap di grid tentang insiden perseteruan Valentino Rossi dan Marc Marquez. Semua rider punya pendapatnya masing-masing. Dari sana juga diketahui siapa yang akan mendukung siapa di seri terakhir GP Valencia nanti.
Dimulai dari duo pembalap Ducati asal Italia Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone. Disengaja atau tidak keduanya berada dalam kubu Rossi yang sesame Italiano. Dovi menyebut Marquez tidak hanya menarget podium dalam balapan tersebut tapi juga bermaksud mengganggu Rossi.
Rider pemilik nomor start 04 tersebut yakin Marquez memprovokasi Rossi. Sayangnya the Doctor masuk dalam perangkapnya. “Reaksi Valentino melampaui batas dan itu bukan hal yang ingin kita lihat di Sepang,” tuturnya.
Dovi menganggap Rossi berkontribusi besar pada meningkatnya tensi perseteruan tersebut dengan komennya di jumpa pers Kamis (22/10). Saat itu dia menyebut Marquez mendukung Lorenzo sebagai juara dunia saat balapan di Australia. “Sejak saat itu kita lihat persahabatan keduanya berakhir,” terangnya. “Marc memang bermain-main dengan Valentino, tapi dia tetap dalam koridor aturan yang berlaku,” paparnya.
Rekan satu timnya Andrea Iannone juga angkat bicara. Menurutnya Marquez sengaja memperlambat ritme membalapnya hingga satu detik. Fakta tersebut mudah sekali diketahui dari pantauan data.
“Kau tidak mungkin lebih lambat satu detik dibandingkan dengan kecepatanmu dalam sesi warm up (pemanasan),” ungkap Iannone yang menunjukkan dukungannya kepada Rossi dengan mengunggah foto mereka berdua di atas podium pada akun Facebook-nya Senin (26/10). Menurutnya, Marquez punya potensi bertarung dengan Dani Pedrosa atau Jorge Lorenzo di depan, bukan malah berkutat dengan Rossi memperebutkan posisi ketiga.
Duo pembalap Tech 3 Yamaha Bradley Smith dan Pol Espargaro juga menganggap Marquez sengaja memprovokasi Rossi. Meski begitu aksi tidak sportif juara dunia sembilan kali tersebut tetap tidak bisa diterima.
“(Manuver Rossi) ini tidak boleh terjadi di MotoG,” sebut Smith. Dia sepakat dengan sangsi penalti yang dijatuhkan race direction kepada Rossi. Pembalap Inggris itu membantah ada kesepakatan tak tertulis dimana rider yang tidak berpeluang menjadi menjadi juara dunia dilarang mencampuri pertarungan antara kandidat juara.
“Apa yang dilakukan Marc untuk bertarung dengan Valentino itu terserah dia. Kami 24 rider di grid boleh melakukan apapun yang kami inginkan, bahkan ketika kami tidak bertarung untuk merebut juara dunia,” tandasnya.
Rider Spanyol Pol Espargaro mengaku bisa memahami rasa frustasi Rossi menghadapi gangguan Marquez. Namun melepaskan kaki dari footpeg dengan sengaja dan membuat rider lain terjatuh tidak bisa diterima. “Marc tidak bermain dengan fair dia bermain-main dengan peluang Rossi sebagai juara dunia,” ucapnya. Di sisi lain, adik Aleix Espargaro tersebut juga terkejut pembalap berpengalaman seperti Rossi bisa kehilangan kontrol diri dan melakukan manuver nakal seperti itu.
Espargaro berharap race direction, Komisi Keselamatan, dan IRTA (Asosiasi Tim Balap Jalanan Internasional) melakukan evaluasi terhadap insiden tersebut. “Valencia akan menjadi balapan menarik,” katanya memprediksi.
Pembalap Pramac Ducati Danilo Petruci memilih menjauh dari konflik dan kontroversi tersebut. Mengibaratkan pertandingan sepak bola pembalap Italia tersebut menyatakan jika pelanggaran terjadi yang berhak menilai adalah wasit dan hakim garis.
Bos Yamaha Racing Lin Jarvis mendesak race direction memeriksa Mar Marquez karena diduga sengaja memengaruhi perebutan gelar juara dunia. Aksi provokasinya saat balapan di Sepang adalah bentuk balas dendamnya atas komentar Rossi pada jumpa pers Kamis (22/10) yang menuduhnya membantu Lorenzo di Australia.
“Jadi meski tidak ada satu manuver pun dari Marquez yang melanggar aturan, kau harus melihatnya dari gambaran yang lebih luas. Harus ditanyakan kepadanya apa motifnya membalap seperti itu dan upayanya mengganggu Valentino begitu ngototnya,” ujarnya. (jpg/cr-05)